More

    Dari English Corner, Bank Sampah hingga Guest House Cara Populerkan Sidatapa

    Relawan Bank Sampah My Darling is Rubbish Desa Sidatapa sedang memilah sampah |FOTO : I Putu Nova A.Putra|

    Singaraja, koranbuleleng.com | My Darling is Rubbhish, baru sebulan lebih beberapa hari saja diresmikan sebagai bank sampah di Desa Sidatapa, namun sudah mengumpulkan hingga satu ton lebih smapah plastik. Bank sampah ini dikelola secara gotong-royong oleh Komunitas English Corner Desa Sidatapa.

    Bank Sampah ini lahir dari inisiasi bersama anggota komunitas tersebut dalam perjalanannya mengemban tugas memberikan pendidikan non formal bidang bahasa Inggris kepada anak-anak dusun di Desa Sidatapa. Peserta les bahasa Inggris yang digawangi English Corner Sidatapa tidak membebankan biaya dalam bentuk uang, namun peserta wajib membawa sampah plastik. Ini salah satu terobosan anak muda desa Sidatapa menyelamatkan desa dari kepungan sampah plastik.

    Sudah satu bulan diresmikan, bank sampah ini mampu menjual sekitar satu ton sampah plastik. Seluruh plastik yang digalang oleh bank ini ditabung ke Bank Sampah Induk (BSI) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, yang bermarkas di Desa Tukad Mungga.

    “Memang tabungan kami belum banyak di BSI, tapi tetap kami kumpulkan. Sekarang baru ada tabungan sekitar empat ratus ribu dari hasil selama satu bulan mengais sampah plastik,” kata Founder English Corner Sidatapa yang juga Direktur Bank Sampah My Darling Is Rubbhish, Komang Rena, beberapa waktu lalu.

    Di Bank Sampah ini ada sejumlah pengelola, mulai dari pengurus dan relawan. Relawan ada yang bertugas untuk mengambil sampah plastik di sudut-sudut desa, sementara ada juga relawan yang memilah sampah plastik yang sudah terkumpul. Relawan ini kebanyakan peserta dari English Corner.

    “Kalau sekarang musim pandemi, mereka tidak bersekolah jadi bisa sewaktu-waktu datang ke sini untuk memilah plastik,” ujarnya.

    Rena mempunyai program, tabungan yang terkumpul nanti akan dicairkan pada waktu tertentu, seperti pada hari Raya Galungan dan Kuningan. Jika tabungan sudah lebih banyak, maka tabungan dicairkan untuk membeli babi. Babi tersbeut dipotong dan dagingnya akan dibagikan kepada pengurus dan relawan bank sampah. Sebagian tabungan juga dimanfaatkan untuk operasional dari English Corner Sidatapa.

    Rena, salah satu sosok pemuda desa yang visioner memajukan desanya. Bersama tim English Corner dia selalu membuat berbagai terobosan sehingga English Corner ini maju dan berkembang. Sejumlah volunteer atau relawan dari luar negeri sempat berdatangan untuk mengajar. Begtulah, secara alamiah, Desa Sidatapa, Bali Aga popular dimata wisatawan asing.

    Bank Sampah dan English Corner ini bermarkas di rumah Rena, di Dusun Lakah, Desa Sidatapa. Namun ada terobosan lain yang dilakukan olehnya. Dibalik markas Bank Sampah ini, Rena juga memanfaatkan rumah tinggalnya sebagai sebuah guest house bagi tamu asing ataupun domestik yang sedang berlibur dan berkunjung ke Buleleng.  

    Rena Corner Guest House, menjadi satu-satunya guest house di Desa Sidatapa. Bahkan, guest house ini sudah masuk dalam peta di google sehingga wisatawan lebih gampang melakukan pencairan di dunia maya.

    Mengingat dusun Lakah, Desa Sidatapa berada di ketinggian, sekitar 500 diatas permukaan laut (dpl), suasanaya sangat indah. Dari ketinggian ini, bentangan alam pesisir terlihat luas. Ini menjadi salah satu potensi alam yang sangat besar sebagai modal pariwisata di desa ini. Karena kecocokan alam dan keindahan inilah, yang membuat Rena membuka Guest House tersebut. Apalagi, Rena juga selama ini bekerja di bidang pariwisata. Dari Pantai Lovina menuju Desa Sidatapa bisa ditempuh selama 20 menit. Desa Sidatapa berada di Kecamatan Banjar.

    “Tarifnya masih murah, seratus tujuh puluh lima ribu sudah dapat makan. Rata-rata yang menginap disini satu hingga dua malam,” ujar Rena.

    Rena memasarkan guest house miliknya melalui grup-grup sosial media maupun whatsapps. Keberadan Rena Corner Guest House ini sebagai salah satu upayanya mempromosikan Desa Sidatapa sebagai destinasi wisata.

    “Dulu malah pernah ada yang kaget, di peta sudah masuk ada guest house di Sidatapa, setelah dicari ketemunya rumah saya ini,” urainya. |I Putu Nova A.Putra|  

    Berita Terpopuler

    Related articles