Kualitas Panen Cabai Buruk akibat Serangan Hama

Singaraja, koranbuleleng.com| Harga cabai rawit hingga saat ini masih mahal. Kondisi itu terjadi karena hasil panen cabai di sejumlah wilayah yang menjadi pemasok cabai menurun akibat terserang hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Berdasarkan pengamatan di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Buleleng, harga cabai rawit per kilogramnya masih melambung, dengan kisaran harga antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Sementara berdasarkan data dari Dinas Pertanian Buleleng, saat ini pasokan cabai rawit Buleleng masih mengandalkan pasokan dari Kabupaten Banyuwangi.

- Advertisement -

Kepala Bidang  Hortikultura, Dinas Pertanian Buleleng, Gede Subudi melalui sambungan telepon menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya hasil panen cabai di Buleleng. Beberapa diantaranya adalah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, gagal panen juga diakibatkan oleh serangan OPT. Seperti ulat grayak, tungau, kutu daun, serangan hama trips, antraknosa, layu fusarium hingga serangan lalat buah. Tak ayal produksi komoditas menjadi terganggu.

Menurutnya, di wilayah Buleleng yang masih memproduksi cabai saat ini berasal dari Desa Patemon, Kalisada dan Desa Pancasari, dengan lahan seluas 10 hektar. Sementara untuk jumlah produksi cabai saat ini masih di kisaran 1 sampai dengan 2 kwintal. Padahal, jumlah kebutuhan cabai di Buleleng idealnya sampai 34 kwintalnya per hari. Dengan asumsi, jumlah penduduk di Buleleng mencapai 823.395 jiwa, dan kebutuhan akan cabai 0.125 kilogram per kapita per bulannya.

Atas serangan hama OPT tersebut, Dinas Pertanian Buleleng telah menerbitkan surat edaran di akhir tahun 2020 lalu, terkait peringatan akan fenomena La Nina yang akan berpotensi meningkatkan serangan OPT.

“Para PPL kami sudah menghimbau petani untuk mengantisipasi serangan OPT melalui sanitasi kebun, memperbaiki drainase kebun, pemasangan perangkap lalat buah dan pemasangan Rain Shelter,” jelas Subudi Rabu, 17 Maret 2021.

- Advertisement -

Walaupun demikian, hasil panen cabai rawit di Kabupaten Buleleng diperkirakan akan segera normal. Terlebih lagi saat ini, curah hujan di beberapa wilayah juga sudah menurun. Targetnya, Bulan April mendatang, lahan ratusan hektar yang ditanami cabai di Gerokgak sudah bisa dipanen.

“Memang curah hujan yang tinggi juga menyebabkan mundurnya jadwal panen, karena lambatnya buah matang,” pungkas Subudi. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts