More

    Penghuni RSS Kayu Buntil Tebus Sertifikat

    Warga penghuni RSS Kayubuntil, Singaraja mengambil sertifikat hak milik di kantor Kejaksaan Negeri Buleleng |FOTO : Yoga Sariada|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Penguni Rumah Sangat Sederhana (RSS) di lingkungan Kayu Buntil, Singaraja menebus sertifikat dengan biaya yang telah di sepakati sebesar Rp8,4 juta. Pengambilan sertifikat berlangsung di aula Kejari Buleleng, Rabu 31 maret 2021.

    Proses pembayaran ganti rugi bangunan akan dilangsungkan selama 2 hari. Dari 98 sertifikat, hari pertama terdapat 43 sertifikat yang telah diambil. Sedangkan sisanya menyusul keesokan harinya.

    Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan, Kejari Buleleng melakukan pendampingan serta mediator antara penghuni RSS dan Pemkab Buleleng untuk menyelesaikan kewajiban membayar ganti rugi sesuai kesepakatan.

     “Kita disini memediasi, supaya kewajiban membayar dari mereka terpenuhi untuk membayar ganti rugi bangunan Negara, supaya kedepan tidak menjadi temuan BPK lagi. Sehingga di selesaikan di sini,” ujarnya.  

    Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKPD Buleleng Made Pasda Gunawan mengatakan, penghuni RSS Kayu Buntil yang belum bisa membayarkan sesuai waktu yang ditentukan maka akan dijadwalkan kembali.

    “Uang ganti rugi yang sudah terbayar akan masuk ke kas daerah,” kata Pasda.

    Selain itu, jika memang ada penghuni RSS Kayu Buntil yang  tidak memiliki kemampuan untuk membayar, pemerintah menyiapkan opsi dengan cara bekerja sama dengan pihak bank  untuk menjaminkan sertifikat tersebut.

    “Kalau memang ada yang belum bisa bayar kita akan carikan solusi. Sertifikat mungkin bisa dijaminkan ke bank, dan pihak bank membayar cash ke daerah, nanti masyarakat yang mencicil. Sehingga kita sekalian hapus asetnya dari pemerintah,” ujarnya.

    Pasda Gunawan menambahkan, sebelumnya  menargetkan pada bulan maret 2021 proses pembayaran telah selesai. Namun karena ada kendala  dalam proses pembayaran, sehingga di undur menjadi bulan April. |ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles