More

    Desa Tegallinggah Rancang Wisata Sejarah

    Sarkofagus di Desa Tegallinggah |FOTO : Edy Nurdiantoro|

    Singaraja, koranbulelenng.com | Pemerintah Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, berencana menata lokasi penemuan sarkofagus untuk dijadikan tempat wisata sejarah. Rencananya ini digagas, menyusul penemuan sejumlah benda yang diduga peninggalan masa prasejarah  di tempat tersebut.

    Perbekel Desa Tegallinggah, Ketut Murdana mengatakan,  sebelumnya banyak ditemukan benda-benda yang serupa yang diduga peninggalan pra sejarah. Namun, karena minim pengetahuan warga, sehingga dirusak karena dianggap tidak bernilai.

    Benda-benda yang diduga memiliki nilai sejarah itu bahkan sering ditemukan di lingkungan Desa Tegallinggah. Saat ini warga sudah mulai memahami dan mengaku siap mengamankan jika kembali menemukan benda seperti itu.

    “Kami juga telah sepakat dengan perangkat desa, bahwa di lokasi temuan benda bersejarah seperti sarkofagus akan kami tata untuk dikembangkan menjadi tempat wisata sejarah,” katanya.

    Untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan wisata sejarah, pemilik lahan yang menjadi lokasi penemuan sarkofagus telah bersedia menyerahkan lahannya untuk dijadikan lokasi wisata sejarah.

    “Kami berinisiatif lokasi temuan dan sekitarnya ini harus diamankan. Caranya kawasan itu kami tata,” imbuh Murdana.

    Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Angga Prasaja menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan membahas rencana Desa Tegallinggah untuk menata lokasi temuan sarkofagus dengan pihak desa.

    Sebelumnya, temuan benda bernilai sejarah itu telah ditinjau Balai Arkeologi (Balar) Denpasar dan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Bali.

    Temuan sarkofagus belakangan ini memang menyaratkan bukti bahwa pernah ada peradaban tua di Desa Tegallinggah. Dari keterangan pihak BPCB, penemuan-penemuan tersebut juga diduga berkaitan dengan kawasan situs Tamblingan telah dihuni dari masa pra sejarah. Hal itu, kata dia, memiliki nilai jual desa sebagai destinasi wisata sejarah.

    “Untuk teknis pemeliharaannya nanti akan kami bahas bersama. Mungkin di Kantor Perbekel akan dibuatkan sebuah ruangan atau tempat khusus untuk memajang benda-benda tersebut,” ungkapnya. |ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles