Pedagang Bendera dan Ornamen Kemerdekaan Mulai Menjamur

Singaraja, koranbuleleng.com| Jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), pedagang bendera musiman mulai menjamur di Buleleng. Mereka berjualan di sepanjang trotoar, di jalan-jalan protokol di Singaraja. 

Firman Wildansyah, 30 tahun, merupakan salah satu yang membuka usaha musiman penjualan bendera ini. Pria asal Kota Garut, Jawa Barat ini, sudah tujuh tahun menggeluti pekerjaan sebagai pedagang bendera. 

- Advertisement -

Setiap tahunnya, dia datang ke Buleleng bersama kelompoknya yang juga sebagai pedagang bendera. Dia memulai sejak tiga hari sebelumnya. “Sekarang belumramai sih, biasanya mulai ramai setelah tanggal 5 agustus,” kata Firman yang membuka usaha di lokasi berjualan di Jalan Ahmad Yani, Singaraja, Selasa 2 Agustus 2022.

Bendera yang dijual memiliki berbagai ukuran. Yang termahal yakni, bendera merah putih dengan tema latar belakang seharga Rp450 ribu dengan panjang 9 meter. Sementara, bendera yang paling murah Rp5 ribu, bendera kecil yang biasanya dipasang di sepeda motor. 

Kata Firman, bentuk latar belakang tersebut mahal, karena berisi motif gelombang dan sablonan garuda. “Isinya sepuluh atau lima gelombang. Yang umbul-umbul jualnya empat puluh lima ribu,” terangnya.

Firman mengaku, dari berjualan bendera musiman itu dia bisa meraup keuntungan Rp200 ribu per hari. Namun, pada 2021 lalu saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), penjualannya mengalami penurunan. 

- Advertisement -

Dia berharap, dengan adanya gerakan galang donasi 10 juta Bendera Merah Putih serangkaian Hut ke-77 dari Pemkab Buleleng, akan menambah keuntungan dari berjualan bendera tersebut.

“Mudah-mudahan dengan himbauan itu jadi ramai. Sehingga jadi cepat jualannya,” kata dia.|YS|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts