Warga Pemuteran Selamatkan Elang Ular Bido yang Tabrak Kaca Rumah, KSDA Bali Lepasliarkan ke Hutan Bali Utara

Singaraja, koranbuleleng.com | Aksi cepat warga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, berhasil menyelamatkan seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) yang jatuh usai menabrak kaca jendela rumah saat berburu mangsa, Senin, 25 Mei 2026.

Satwa liar yang masuk kategori dilindungi itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Endi Rahman. Kondisi elang saat ditemukan sempat membuat warga khawatir lantaran burung pemangsa tersebut terlihat lemas setelah benturan keras.

- Advertisement -

Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada petugas Resor KSDA Buleleng Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebelum tim tiba di lokasi, Endi lebih dulu mengamankan elang tersebut ke dalam kandang besi agar tidak mengalami cedera tambahan.

Tak hanya itu, warga juga memberikan pakan sebagai langkah penanganan awal terhadap satwa liar tersebut. Tindakan cepat itu dinilai membantu menjaga kondisi elang tetap stabil sebelum dievakuasi petugas.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko mengatakan, pemeriksaan kesehatan langsung dilakukan setelah elang diamankan. Tim dokter hewan dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (YJSI) turut diterjunkan untuk memastikan kondisi fisik burung pemangsa tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Elang Ular Bido itu masih berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka serius meski sempat menghantam kaca rumah warga.

- Advertisement -

“Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan, hasilnya tidak dijumpai luka fisik serta elang tersebut masih menunjukkan perilaku yang sangat agresif atau cukup sehat,” ujar Ratna.

Karena dinilai masih memiliki kemampuan bertahan hidup di habitat alaminya, petugas kemudian memutuskan untuk segera melepasliarkan elang tersebut ke kawasan hutan UPTD KPH Bali Utara pada Senin sore.

Proses pelepasliaran turut melibatkan tim YJSI, petugas KPH Bali Utara, LPHD Sumber Kelampok, hingga mahasiswa magang dari Universitas Airlangga.

Selain melepasliarkan Elang Ular Bido, petugas juga mengembalikan puluhan burung kicau ke habitatnya. Sedikitnya 21 ekor burung hasil sitaan di Pelabuhan Gilimanuk dinyatakan layak dilepas setelah menjalani proses perawatan dan habituasi.

Burung-burung tersebut terdiri dari sembilan ekor Burung Kacamata Bali, tiga ekor SRDC, dan sembilan ekor burung Prenjak. Sebelumnya, seluruh satwa itu dititiprawatkan di YJSI karena sebagian masih berusia anakan.

Dari total 32 ekor burung yang sempat diamankan, hanya 21 ekor yang berhasil bertahan hingga siap dilepasliarkan. Sementara 11 ekor lainnya mati selama masa perawatan.

Petugas menduga kematian burung-burung tersebut dipicu stres dan dehidrasi karena sebagian masih berada dalam fase sarang atau nestling ketika diamankan.

Ratna turut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif membantu penyelamatan satwa liar dilindungi di Bali. KSDA Bali bahkan berencana memberikan penghargaan kepada warga pelapor atas kepeduliannya terhadap satwa tersebut.

“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian satwa di Bali,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar dalam kondisi terluka, lemah, ataupun terancam di lingkungan sekitar.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru