Buleleng Keluarkan Edaran Pencegahan Meningitis

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penanganan meningitis babi atau meningitis strepcoccus suis (MSS). SE tersebut dikeluarkan  untuk bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat hingga pedagang makanan olahan daging babi. 

Dalam SE yang telah dikeluarkan tersebut, ada delapan poin langkah-langkah kewaspadaan yang harus dilakukan oleh masyarakat, agar terhindar dari MSS. Pertama, masyarakat dihimbau untuk lebih memperhatikan lingkungan, yang berkaitan dengan peternakan maupun pengolahan daging babi. 

- Advertisement -

Kemudian, masyarakat dihimbau untuk membersihkan diri setelah kontak dengan babi. Selanjutnya, jika terluka masyarakat dihimbau untuk menutup luka saat kontak dengan babi atau daging babi. Ke empat, masyarakat dihimbau untuk menggunakan sarung tangan saat kontak dengan babi. 

Selain itu, pada poin kelima SE tersebut masyarakat dihimbau untuk menjauhkan daging babi mentah dari makanan lainnya. Kemudian masyarakat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi olahan babi mentah, masyarakat dianjurkan untuk mengolah daging babi dengan suhu minimal 70 celsius.

Selanjutnya, di poin tujuh masyarakat diminta untuk segera ke fasilitas kesehatan jika terdapat  gejala demam setelah terpapar maupun mengkonsumsi olahan babi. Dan poin terakhir, masyarakat diminta tidak mengkonsumsi daging babi yang berasal dari kondisi sakit atau mati mendadak. 

Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan, penanganan terhadap isu kesehatan khususnya MSS ini harus cepat dilakukan pemerintah. Dimana, langkah yang dilakukan salah satunya dengan mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat. Sehingga kasus MSS ini, tidak meningkat. 

- Advertisement -

Lihadnyana menyebut, untuk mempercepat melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. Pihaknya juga akan segera menggelar rapat bersama pedagang makanan olahan babi. Hal itu, untuk bisa memberikan sosialisasi para pedagang mengolah untuk makanan dengan benar, dimasak hingga matang serta dijaga kebersihannya. Ini dilakukan untuk mematikan bakteri streptococcus sp, penyebab MSS. 

“Semua stakeholder mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Pertanian berperan untuk menangani penyakit ini. Dalam waktu dekat saya akan undang juga para pedagang agar sama-sama serius menangani kasus ini,” katanya ditemui Selasa, 6 Juni 2023. 

Disisi lain, Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia mengatakan, dari 12 pasien suspek MSS yang dirawat di RSUD, tiga diantaranya sudah dibolehkan untuk pulang. Dua dari tiga pasien tersebut, merupakan yang sebelumnya sempat dinyatakan positif MSS. 

“Kita saat ini masih merawat sembilan pasien. Dari kesembilan pasien yang masih kita rawat, kita temukan gejalanya kuat MSS,” kata dia. (*)

Pewarta  : Kadek Yoga Sariada

Editor     : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts