Gde Artawan Rawat Benda Masa Lalu Karena Ada Sejuta Cerita Dibaliknya

Singaraja, koranbuleleng.com | Bagi Gde Artawan, mengkoleksi barang-barang antik bukan hanya sekadar hobi. Setiap barang yang ia simpan, seperti kendaraan tua, senjata kuno justru menjadi benteng cerita masa lalu yang tak ternilai. Dari benda-benda kuno itu membuka tirai kehidupan masa lalu.

Di rumah Artawan yang sarat nafas-nafas seni, berderet sejumlah kendaraan bermesin kuno namun masih mampu mengantarnya ke berbagai tempat.  Deretan besi tua yang dirawat semisal Vespa dan Honda Badulangko, mobil VW Kodok dan mobil Kijang dengan bodi Kotak.

- Advertisement -

Bukan hanya itu, dia juga menempatkan setrika tua yang antik pada sebuah tempat yang unik pula. Dia juga memiliki radio antik, serta senjata tradisional seperti keris, tombak, dan tongkat. Di tengah deretan barang antik, burung Jalak Bali, bonsai, dan patung berbagai aliran melengkapi rumah antik milik Artawan.

Hobinya yang unik ini tak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga sebuah perjalanan seni dan sejarah yang digarap dengan penuh semangat. Gde Artawan sering menjadi pembicara dalam seminar di berbagai daerah di Indonesia, membawa serta pengetahuannya tentang barang-barang antik dan filosofi di baliknya.

“Setiap perjalanan adalah petualangan baru bagi saya, dan di setiap petualangan itu, saya selalu membawa pulang sepotong sejarah,” ungkap Artawan pada suatu waktu.  

Baginya, Travelling bukan hanya tentang destinasi, tetapi sebuah pencarian untuk menemukan potongan-potongan masa lalu yang akhirnya menjadi bagian koleksinya.

Koleksi motor vespa milik Gde Artawan
- Advertisement -

Tidak jarang, dalam perjalanannya, Gde Artawan menyempatkan diri untuk mengunjungi toko-toko kuno atau tempat yang dikenal menjual barang-barang antik. Kedalaman pengetahuan dan hasratnya untuk untuk menelusuri benda-benda kuno juga membuat dirinya menjadi penjaga dan pewaris nilai-nilai masa lalu. Bahkan jendela Puri Klungkung yang memiliki nilai sejarah tinggi berhasil ia temukan di sebuah pasar tradisional.

Baginya, nilainya itu bukan hanya dalam sejarah atau keunikannya, tetapi juga dalam estetika dan keindahannya. “Saya sangat suka dari segi artistik, bukan karena mitos, bukan karena apa, karena nilai artistiknya, nilai seninya, nilai keindahannya, itu saya kumpulkan,” katanya dengan penuh semangat.

Koleksi ini bukan hanya tentang benda mati bagi Gde Artawan. Ia selalu melakukan upacara dan doa sebagai tanda niat baik untuk merawat benda-benda itu. Ia percaya bahwa niat baiknya akan menciptakan energi positif pada barang antik yang ditemuinya.

Gde Artawan memandang koleksinya sebagai suatu bentuk titipan, yakin bahwa jika suatu saat ia tak lagi menjadi pemiliknya, barang-barang berharga itu akan menemukan tempat baru yang tak kalah layak. Sebuah pandangan yang penuh filosofi dan kebijaksanaan.

Meskipun telah memiliki begitu banyak koleksi yang memikat, Gde Artawan tidak pernah berhenti bermimpi. Ia berharap suatu hari dapat mengoleksi mobil-mobil antik seperti Willys, Mercy, dan Holden. Dengan tekad dan semangatnya, ia optimis bahwa suatu hari nanti impian itu akan terwujud.

Gde Artawan, dengan hobi dan filosofi uniknya, terus menginspirasi bukan hanya sebagai seorang kolektor barang antik, tetapi juga sebagai seorang pelestari sejarah dan keindahan dalam setiap temuannya. Sebuah perjalanan panjang menuju masa lalu yang tak pernah lekang oleh waktu. (*)

Kontributor : Gede Angga Pratama

Editor           : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts