Singaraja, koranbuleleng.com| Perebutan Ketua DPD I Golkar Bali bakal seru. Bukan hanya legislator yang kini duduk di DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang sudah siap maju merebut partai berlambang Beringin di Bali. Namun, petahana I Nyoman Sugawa Korry sudah ancang kuda-kuda untuk kembali menduduki kursi ketua DPD Partai Golkar Bali.
I Nyoman Sugawa Korry telah menegaskan kesiapannya untuk kembali maju dalam bursa pemilihan ketua DPD Partai Golkar Bali. Politisi asal Desa Banyuatis, Kabupaten Buleleng ini mengaku optimis memenuhi syarat sebagai kandidat, mengingat dirinya adalah petahana.
Sugawa Korry menjelaskan, Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Bali rencananya akan digelar pada 13 Juli 2025 mendatang. Koordinasi dengan DPP Partai Golkar juga telah dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda tersebut.
“Walaupun belum ada surat resmi kita sudah siapkan diri, kami akan laksanakan Musda dalam suasana baik. Besok akan laksanakan rapat Musda,” ujarnya, ditemui Minggu, 6 Juli 2025 di Buleleng.
Sugawa Korry menyatakan siap kembali maju dalam bursa pemilihan ketua DPD Golkar Bali apabila mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar. Sebagai petahana yang sebelumnya juga sempat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Buleleng dalam Pilkada 2024, ia menilai dirinya memenuhi ketentuan partai.
“Saya tidak posisi optimis atau tidak, saya posisinya ketika partai, khususnya ketua umum memberikan arahan saya boleh maju. Saya maju,” kata dia.
Lebih jauh, Sugawa Korry menekankan bahwa Musda mendatang terbuka bagi siapa pun kader yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua. Sesuai ketentuan, bakal calon ketua harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total pemegang hak suara.
“Persyaratan minimal didukung oleh 30 persen. Kita ada 15 suara, kalau 15 dibagi 5 suara, jadi ada 3 calon. Tidak masalah ada calon lain. Kita membuka ruang itu,” ucapnya.
Ia juga meyakini, siapapun yang nantinya terpilih akan mampu menjalankan kepemimpinan partai dengan baik. Sebagai contoh, ia menyebut pergantian ketua umum di tingkat pusat yang berjalan lancar, di mana Bahlil Lahadila terpilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Airlangga Hartarto melalui Musyawarah Nasional (Munas) XI.
“Golkar partai terbuka. Siapapun boleh (mencalonkan), Golkar tidak bergantung pemimpin. Siapapun memimpin jalan. Kita tidak tergantung seperti partai lain,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

