Singaraja, koranbuleleng.com| DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Buleleng kini resmi memiliki pemimpin baru. Langkah ini diambil setelah sempat terjadi gejolak internal akibat pengunduran diri sejumlah kader secara serentak yang mengejutkan publik.
Partai yang dikomandoi secara nasional oleh Kaesang Pangarep ini resmi menunjuk Dewa Gede Jaya Rahardi sebagai Ketua DPD PSI Buleleng. Ia menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan pada 20 Juni 2025. Sosok Rahardi bukan nama asing di jagat politik Buleleng, ia merupakan putra dari politisi senior, Dewa Nyoman Sukrawan.
Rahardi menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyusunan ulang kepengurusan partai. Ia mematok target rampung dalam dua bulan ke depan. “Kita ingin struktur lengkap sebelum akhir 2025. Harus diakui beberapa wilayah belum ada sama sekali kepengurusannya. Kalau sudah lengkap kita tinggal melakukan pelantikan di tahun 2026 mendatang,” ujarnya, Selasa, 5 Agustus 2025.
Meski belum mengungkapkan program kerja secara rinci, Rahardi menyebut bahwa langkah awal adalah melakukan sosialisasi ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Buleleng sebagai bentuk pengenalan dan pendekatan kelembagaan.
Selaras dengan agenda tersebut, Rahardi bersama tim barunya telah melakukan kunjungan perdana ke Polres Buleleng, Selasa pagi. Agenda itu dikemas sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan wajah-wajah baru PSI Buleleng kepada institusi keamanan.
“Program-program memang belum jalan karena struktur belum lengkap. Fokus kami sekarang adalah melengkapi kepengurusan hingga ke akar rumput,” kata dia.
Langkah Rahardi dalam membangun ulang PSI Buleleng tak hanya berhenti pada penyusunan struktur. Ia secara terbuka menyatakan niat menggandeng kembali kader-kader lama yang sebelumnya memilih mundur secara kolektif. Termasuk menjaga relasi positif dengan mantan Ketua DPD PSI Buleleng, Nyoman Subrata.
Komunikasi intens bahkan telah dijalin sejak sebelum proses regenerasi kepengurusan berjalan. Rahardi menekankan pentingnya solidaritas partai sebagai roh utama kebangkitan PSI Buleleng.
Terkait komposisi pengurus baru, ia mengungkapkan bahwa 50 persen berasal dari kalangan generasi muda, dan sisanya dari kelompok senior. Hal itu menjadi cerminan semangat inklusif dan kolaboratif yang coba diusung.
“Saya berasal dari lingkungan organisasi anak muda seperti HIPMI dan WMS (Wira Usaha Muda Singaraja). Jadi nafas saya memang di anak muda. PSI juga partai muda, dan ini yang membuat saya tertarik bergabung. Kami punya semangat yang sama untuk gerakan anak-anak muda,” ucapnya.
Menyangkut target politik jangka panjang, khususnya Pemilu Legislatif 2029, Rahardi masih memilih untuk menunda pembahasan secara terbuka. Ia menyatakan saat ini lebih penting untuk memperkuat konsolidasi internal demi menjaga kepercayaan pusat kepada DPD PSI Buleleng.
“Pileg 2029 masih jauh. Saya belum ada rencana ke sana. Saat ini kami fokus menata internal dulu, memastikan struktur di bawah berjalan. Apalagi Buleleng adalah barometer penting, jadi kepercayaan dari pusat harus kita jaga dengan kinerja nyata,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

