AGEN Udayana Hidupkan Desa Ambengan Jadi Role Model Desa Wisata Sehat di Bali

Singaraja, koranbuleleng.com |Desa Ambengan di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kini melangkah pasti menuju predikat Desa Wisata Sehat. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi Program Udayana Mengabdi (PUM) dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XXXI, yang menghadirkan program kesehatan terpadu bernama AGEN.

Program AGEN dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan, sekaligus mengantisipasi penyakit menular dan tidak menular. Selama masa pengabdian, tim PUM dan mahasiswa menerapkan empat program inti yang menyentuh langsung kehidupan warga.

- Advertisement -

Dimulai dari A = Aktivasi layanan pengecekan tekanan darah, tim mengunjungi rumah-rumah warga atas izin kepala desa. Warga diperiksa tekanan darahnya, diberikan edukasi tentang hipertensi, pola hidup sehat, dan dirujuk ke fasilitas kesehatan jika ditemukan kondisi berisiko.

G = Generasi stop kasus baru HIV-AIDS menjadi jawaban atas tingginya kasus HIV di desa. Mahasiswa menyasar remaja dengan penyuluhan pencegahan, sekaligus melatih mereka sebagai Pendidik Sebaya agar informasi dapat terus disebarkan dari generasi ke generasi.

E = Edukasi dan simulasi resusitasi jantung paru (RJP) menyasar pemandu wisata, pecalang, perangkat desa, dan pemuda. Dengan keterampilan ini, warga diharapkan sigap menolong wisatawan sebelum bantuan medis tiba.

N = Nikmati layanan kesehatan gratis memberikan deteksi dini penyakit seperti diabetes dan asam urat di balai desa atau banjar. Warga dapat mengetahui kadar gula darah, asam urat, dan indeks massa tubuh, sambil mendapat arahan menjaga pola makan dan aktivitas fisik.

- Advertisement -

Seluruh kegiatan dijalankan oleh tim PUM dan mahasiswa KKN sebagai Agen Goners Travel, kelompok perawat dan mahasiswa perawat yang fokus pada masalah kesehatan di desa wisata. Goners Travel dibentuk untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan kesehatan yang akan diteruskan warga setelah masa pengabdian berakhir.

Koordinator mahasiswa KKN Desa Ambengan, Faishal Luqman Prayitno, menegaskan program ini bukan sekadar layanan sesaat.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa dilanjutkan, bukan hanya selesai saat KKN berakhir. AGEN kami rancang agar bisa menjadi pijakan awal bagi desa menuju kemandirian kesehatan, terlebih sebagai desa wisata,” ujar Ns. Nyoman Agus Jagat Raya, S.Kep., MNS selaku Ketua Tim PUM sekaligus dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN di Desa Ambengan.

Melalui pendekatan promotif, preventif, dan edukatif yang partisipatif, Desa Ambengan diharapkan menjadi contoh nyata integrasi kesehatan dan pariwisata di Bali. Harapan besar menyertai, agar desa ini menjadi percontohan pembangunan masyarakat yang sehat dan tangguh. (*)

Pewarta : Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru