Singaraja, koranbuleleng.com | Yel-yel pasukan peserta Gerak Jalan (GJ) 45 Kilometer membahana dan memicu riuh penonton saat dilepas di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Sabtu 9 Agustus 2025. Derap langkah pasukan peserta juga memecah kesunyian dini hari, membawa kembali denyut semangat kemerdekaan yang sempat terhenti selama 15 tahun.
Gerak Jalan (GJ) 45 Kilometer dari wilayah Buleleng timur resmi. Lomba yang terakhir berlangsung pada 2010 ini kini hadir dengan suasana aman dan tertib, mengawali perjalanan dari Desa Sambirenteng, Sabtu 9 Agustus 2025, dan berakhir di GOR Bhuwana Patra, Singaraja, Minggu dini hari.
Momen ini menjadi penanda kebangkitan tradisi khas Buleleng yang terakhir kali dilaksanakan pada 2010. Kala itu, acara berakhir ricuh, membuat Pemerintah Kabupaten Buleleng menghentikan penyelenggaraan dari jalur timur. Namun tahun ini, sejarah baru tercipta, aman, lancar, dan penuh sorak warga di sepanjang rute.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, melepas langsung keberangkatan peserta. Ia menegaskan, GJ 45 Kilometer adalah ikon kebanggaan Bali utara dan akan kembali digelar secara bergiliran dari Buleleng barat dan timur setiap tahun. “Gerak jalan 45 Kilometer ini sudah menjadi tradisi dan daerah lain tidak melakukan. Kita di Buleleng wajib melaksanakan setiap memperingati Hari Kemerdekaan,” tegas Sutjidra.
Sebanyak 21 regu memulai perjalanan, namun dua regu — Perumda Pasar Argha Nayottama dan DPC GMNI Buleleng — mundur di awal. Tantangan rute yang memakan waktu hingga berjam-jam itu membuat ada lima regu tidak mampu mencapai garis akhir. 5 Regu itu yakni Forkom Perbekel Tejakula (1), SMKN 3 Singaraja (3), Staf Kecamatan Tejakula(6), H2B Singaraja (8) dan Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng (20).
Regu pertama yang mencapai garis finish adalah SMK Negeri 1 Gerokgak, yang tiba pada pukul 05.09 WITA. Sambutan meriah menanti setiap regu di garis akhir dari panggung kehormatan, di mana Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, dan sejumlah pejabat OPD hadir memberi penghormatan.
Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan tahun 2025, Dewa Made Sudiarta, menjelaskan rute dibagi menjadi tiga etape: Sambirenteng – Pacung, Pacung – Sangsit, dan Sangsit – GOR Bhuwana Patra. Jalur akhir membawa peserta melintasi jantung Kota Singaraja, melewati Jalan W.R. Supratman, Imam Bonjol, Dr. Soetomo, Ahmad Yani, Sudirman, Pahlawan, Ngurah Rai, hingga Udayana berakhir di GOR Bhuwana Patra.
Pengamanan ketat hadir dari aparat kepolisian dan petugas terkait. Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi bahkan memimpin langsung patroli sepanjang jalur lomba. Tidak ada satu pun insiden berarti, membuat penonton dan peserta sama-sama merasa nyaman menikmati momen kebanggaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.(*)
Pewarta : I Putu Nova Anita Putra

