Singaraja, koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan 27 bemo dan 2 dokar gratis bagi masyarakat yang ingin menikmati kemeriahan Buleleng Festival (Bulfest) 2025. Armada transportasi ini akan disiagakan di tiga terminal utama di Kota Singaraja untuk memudahkan akses sekaligus mengurangi kemacetan.
Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menjelaskan bahwa bemo-bemo tersebut akan beroperasi sepanjang gelaran Bulfest 2025. Tiga titik penempatan armada adalah Terminal Sangket, Terminal Banyuasri, dan Terminal Penarukan.
“Bemo ini mengantar masyarakat dari terminal menuju titik pemberhentian, yakni di RSUD Buleleng. Bemo ini melayani antar jemput masyarakat yang akan menuju Bulfest,” ujar Gunawan, ditemui Rabu, 13 Agustus 2025.
Setiap sopir bemo akan mendapatkan insentif sebesar Rp200 ribu per hari yang akan dibayarkan pada akhir pelaksanaan Bulfest. Dari total 50 bemo aktif di Buleleng, hanya 27 yang dinyatakan layak beroperasi setelah melalui pemeriksaan administrasi dan kelayakan teknis.
“Layak itu seperti surat-surat, samsatnya masih hidup sudah diperiksa Satlantas Polres Buleleng. Juga sudah lolos uji KIR,” jelasnya.
Selain bemo, Pemkab juga menyediakan dua dokar gratis yang akan beroperasi di Pasar Anyar Singaraja. Dari pasar, penumpang akan diantar hingga depan RSUD Buleleng.
Gunawan menekankan bahwa penyediaan bemo dan dokar ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk menghidupkan kembali angkutan tradisional yang mulai ditinggalkan masyarakat.
“Tujuan kita untuk menghidupkan angkutan legend dan mengenalkan budaya. Ini akan memperlancar lalulintas. Dibanding menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.
Bulfest 2025 akan digelar selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2025. Persiapan festival sudah berjalan, mulai dari pembangunan stan UMKM hingga pemasangan panggung utama.
Dalam rangka persiapan, Dishub Buleleng juga memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di pusat Kota Singaraja sejak 10 hingga 17 Agustus 2025. Tiga ruas jalan yang terdampak adalah Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan. Tahun ini, pengalihan berlangsung lebih lama karena desain stan UMKM menggunakan anyaman bambu yang memerlukan waktu pengerjaan lebih panjang.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

