Singaraja, koranbuleleng.com | Lahan seluas 5 hektar di Dusun Antasari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, hangus terbakar pada Senin, 1 September 2025. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah salah satu warga itu dengan cepat meluas karena terpaan angin kencang.
Kebakaran mulai diketahui warga sekitar pukul 13.00 WITA. Panik, mereka berusaha memadamkan kobaran api secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.
Perbekel Desa Pacung, Gede Kardiana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di dekat lokasi. Karena tiupan angin kencang, api segera menjalar ke lahan kosong milik empat bersaudara asal Desa Bondalem yang kini dikelola warga Pacung.
“Di sisi barat lahan yang terbakar ada sekitar 4 hektar. Belum termasuk di sisi timurnya. Jadi total ada sekitar 5 hektar lahan hangus terbakar,” ujarnya.
Sulitnya akses menuju lokasi membuat proses penanganan kebakaran terkendala. Jalan masuk hanya berupa setapak, sehingga mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api. “Kalau dari sebelah barat Pura Ponjok Batu memang ada akses, tapi jalannya sempit. Damkar tidak mungkin bisa menjangkau lokasi,” imbuhnya.
Setelah satu setengah jam berjibaku, warga akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.30 WITA. Tidak ada korban jiwa, namun puluhan hektar semak belukar hangus dilalap si jago merah.
Atas insiden itu, Kardiana mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membakar sampah, terlebih saat musim kemarau dengan kondisi angin kencang. “Warga sudah bahu membahu memadamkan api tadi. Syukurnya api berhasil dikendalikan, tapi kita semua harus lebih waspada,” kata Kardiana.
Selain di Pacung, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima laporan kejadian serupa di sejumlah titik.
“Data yang sudah masuk, di antaranya kawasan Panji, Kecamatan Sukasada, Desa Telaga di Busungbiu, serta Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Semua kebakaran tersebut sudah ditangani oleh petugas di pos jaga masing-masing,” ujarnya terpisah.
Menurutnya, kebakaran lahan seringkali dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang diperparah dengan angin kencang. Kondisi itu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. “Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, jangan membakar sampah sembarangan, dan segera melapor jika melihat titik api agar cepat ditangani,” tutupnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

