Singaraja, koranbuleleng.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul peringatan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali sejak Senin, 8 September hingga Kamis, 11 September 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan bahwa berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Menariknya, meski peringatan telah dikeluarkan, kondisi cuaca di Buleleng pada Kamis siang justru terlihat cerah dan terik tanpa adanya mendung.
Fenomena ini dipicu oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rosby yang menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif. Ditambah lagi, tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi hingga lapisan 200 mb, sehingga mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan tinggi yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir.
Ariadi menjelaskan bahwa sejauh ini curah hujan di Buleleng masih tergolong ringan dan belum ada laporan terjadinya bencana alam seperti banjir maupun longsor.
“Astungkara sejauh ini Buleleng aman. Kendati demikian, seluruh personel tetap siaga selama 24 jam penuh, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Kamis, 11 September 2025.
BPBD Buleleng juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbukitan dan lereng.
Ariadi mencontohkan, kawasan yang perlu perhatian lebih antara lain Desa Gitgit di Kecamatan Sukasada serta Desa Munduk di Kecamatan Banjar, yang dikenal rawan longsor.
“Untuk daerah rawan banjir ada di daerah Kota Singaraja dan Gerokgak. Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

