Perumda Tirta Hita Buleleng Pasang Panel Surya untuk Tekan Biaya Listrik Pompa Mumbul

Singaraja, koranbuleleng.com | Perumda Tirta Hita Buleleng mengambil langkah strategis dengan memasang panel surya di Pompa Mumbul, Singaraja. Pemasangan energi terbarukan ini diyakini mampu menekan biaya listrik hingga 20 persen dari kebutuhan operasional.

Direktur Perumda Tirta Hita, I Made Lestariana, menuturkan penggunaan panel surya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program energi bersih Pemerintah Provinsi Bali. Bali Utara dinilai sangat potensial karena memiliki intensitas sinar matahari melimpah.

- Advertisement -

Lestariana mengungkapkan, pemasangan panel surya tidak hanya difokuskan pada kantor Perumda Tirta Hita, tetapi juga akan diuji coba di Pompa Mumbul yang selama ini dikenal menyedot energi listrik besar, yakni mencapai 555 kVA (Kilovolt Ampere).

“Pompa mumbul memenuhi pelayanan air di Kota Singaraja dengan jumlah pelanggan kurang lebih 30 ribu pelanggan. Saat ini untuk di Pompa Mumbul saja, kita bayar rekening listriknya itu berkisar Rp1,1 miliar sampai Rp1,3 miliar per bulan,” ujarnya belum lama ini.

Dengan perhitungan matematis, efisiensi dari panel surya diproyeksikan mampu menghemat Rp220 juta hingga Rp260 juta per bulan. “Dengan hemat 20 persen ini, tentu kami bisa meningkatkan laba. Otomatis kontribusi kita ke daerah (PAD) juga bisa meningkat,” tegas Lestariana.

Ia menambahkan, proyek ini akan dilaksanakan bersama PT Bintang Terbarukan Indonesia, salah satu rekanan PLN. Proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama empat bulan.

- Advertisement -

“Kalau bisa mulai akhir bulan ini (pembangunan) otomatis tahun depan kita sudah bisa melakukan sesuatu untuk meningkatkan efisiensi tahun depan,” katanya.

Lestariana menekankan bahwa instalasi panel surya di berbagai instansi sudah umum dilakukan. Namun, untuk pompa air, Perumda Tirta Hita Buleleng menjadi pelopor pertama di Bali.

Meski dibayangi beban listrik tinggi, kinerja perusahaan sepanjang tahun 2024 tetap positif. Dari target penyetoran PAD Rp8 miliar, realisasi justru melampaui target hingga Rp8,57 miliar. Tahun 2025, target PAD ditetapkan lebih tinggi, sehingga efisiensi energi menjadi strategi utama sekaligus memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat Buleleng.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru