Singaraja, koranbuleleng.com| Kepolisian Resor Buleleng terus mendalami penyebab pasti kecelakaan tragis yang menewaskan lima wisatawan asal Tiongkok di Banjar Dinas Prabakula, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Hingga kini, sopir minibus bernama Arif Al Akbar masih diamankan untuk proses penyelidikan.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden yang menewaskan lima orang dan melukai tujuh wisatawan lainnya tersebut. Polisi memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur menuju lokasi kejadian.
Selain itu, penyidik juga akan melibatkan saksi ahli untuk memastikan kondisi teknis kendaraan yang digunakan. “Kemarin kalau pemerikasaan dari Dishub, (kendaraan) layak jalan. Kalau dari keterangan Dishub seperti itu, makanya kita juga mencari saksi ahli pendukung juga, biar menguatkan keterangan tersebut,” ujar Bachtiar, Senin, 17 November 2025.
Dalam pemeriksaan awal, sopir minibus Arif Al Akbar, 39 tahun, mengaku tidak mengantuk saat kecelakaan terjadi dan sudah terbiasa melewati jalur tersebut. “Kalau mengantuk bilangnya tidak. Dia (sopir) rutin ke Buleleng, sebulan sekali biasanya, paling lama. Bisa seminggu sekali kalau lagi high season,” kata Bachtiar.
Meskipun demikian, Arif masih berstatus diamankan oleh kepolisian sambil menunggu hasil gelar perkara.
“Kemungkinan ada, cuman kami masih nunggu proses gelar perkara. Kalau keterangan sudah kuat, sudah mendukung, baru kami tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Polisi juga menelusuri legalitas perusahaan travel yang mengangkut rombongan wisatawan tersebut. “Itu masih dalam proses pemeriksaan kami, masih belum mendetail,” ujar Bachtiar.
Sementara itu, tujuh korban luka telah dirujuk ke RS Siloam Denpasar sejak Jumat, 14 November 2025 sore. Adapun lima jenazah korban meninggal masih berada di RSUD Buleleng.
“Korbannya sudah dibawa semua ke Siloam Denpasar. Yang jenazah masih di Buleleng,” jelasnya.
Pihak keluarga korban telah tiba di rumah sakit untuk mengurus administrasi identitas dan dokumen kematian.“Keluarga sudah datang, masih diisi dulu untuk kemudian besok diterbitkan surat keterangan sertifikat kematiannya,” kata Bachtiar.
Konsulat Jenderal China di Denpasar juga turut berkoordinasi dengan kepolisian dalam proses identifikasi dan penanganan jenazah. “Mereka memfasilitasi dan menjembatani pihak keluarga korban, tergantung keluarga mau dikremasi atau dibawa ke Cina,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

