Singaraja, Koranbuleleng.com| Korem 163/Wirasatya menggerakkan program kerja bakti teritorial yang menyasar keluarga kurang mampu di Kabupaten Buleleng. Melalui program ini, 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mulai direhab dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025, Selasa, 25 November 2025.
Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida Dewa Agung Hadisaputra menegaskan bahwa penentuan sasaran penerima bantuan dilakukan melalui verifikasi bersama Dinas PUPR Bali. Langkah ini diambil agar bantuan benar-benar jatuh kepada mereka yang sangat membutuhkan.
Ia menekankan bahwa keluarga berpenghasilan rendah menjadi prioritas utama.
“Kriteria kami jelas, penghasilan di bawah UMR dan benar-benar tidak mampu. Tidak diberikan kepada mereka yang sudah mapan,” ujarnya usai peletakan batu pertama di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.
Proses rehabilitasi diproyeksikan selesai dalam waktu satu bulan. Namun, Danrem tidak menampik bahwa kondisi lapangan dan cuaca bisa memengaruhi ritme pengerjaan.
“Kalau 30 hari belum selesai, akan kami tambah waktunya. Yang penting harus sesuai desain dan anggaran yang telah ditetapkan,” kata Hadisaputra.
Ia menekankan bahwa TNI hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara cepat, terukur, dan efektif. Penerapan sistem padat karya serta swakelola desa diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan.
“Dengan konsep padat karya, biaya lebih rendah dan pekerjaan bisa lebih cepat,” terangnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Korem 163/Wirasatya turut bersinergi dengan Lion Group dan berbagai instansi terkait. Harapannya, kerja sama lintas sektor dapat mendukung target nasional penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, Kabid Perkim PUPR Bali Made Rai Suartini menjelaskan bahwa Pemprov Bali menargetkan penyelesaian 1.900 unit RTLH sepanjang tahun ini. Program tersebut dibiayai melalui APBD provinsi, kabupaten/kota, CSR, hingga APBN.
Ia memaparkan bahwa jumlah RTLH di seluruh Bali masih cukup tinggi. “RTLH di Bali masih sekitar 33 ribu lebih. Kami selesaikan bertahap sampai 2030. Melalui kolaborasi semua pihak, termasuk kabupaten/kota dan CSR, kita keroyokan agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak,” ujarnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

