Pemkab Buleleng Tambah Enam Ruang Operasi Nasional di RSUD Buleleng, Kurangi Antrean Pasien pada 2026

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng akan menambah enam ruang operasi bertaraf nasional di RSUD Buleleng sebagai respons atas meningkatnya antrean pasien akibat keterbatasan fasilitas. Langkah ini menjadi salah satu pembangunan strategis yang bakal direalisasikan pada 2026, seiring revitalisasi menyeluruh pada sejumlah gedung rumah sakit.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menegaskan urgensi program tersebut. Ia menyebut kebutuhan ruang operasi baru sudah sangat mendesak, mengingat pelayanan bedah saat ini sering terhambat karena antrean panjang.

- Advertisement -

“Sudah kami kaji, memang banyak pasien antre. Karena itu kami tambah enam ruang operasi. Empat untuk bedah utama, dan dua khusus emergensi bidang kebidanan,” ujar Sutjidra, belum lama ini.

RSUD Buleleng sejatinya memiliki enam ruang operasi. Namun, hanya empat yang dinilai masih layak digunakan. Kondisi ini membuat beberapa tindakan medis harus menunggu lebih lama, bahkan ada pasien yang berisiko dirujuk karena keterbatasan fasilitas.

“Penambahan enam ruang operasi baru ini akan kami lakukan di tahun 2026, bersamaan dengan revitalisasi gedung lainnya, yang proses pengerjaannya diperkirakan memakan waktu bulan,” ucapnya.

Pemerintah daerah optimistis peningkatan fasilitas ini akan memperkuat pelayanan RSUD Buleleng sekaligus mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan tambahan ruang operasi, masyarakat Buleleng diharapkan bisa mendapatkan layanan lebih cepat, tanpa menunggu lama atau dirujuk ke luar wilayah.

- Advertisement -

“Ruang operasi yang akan kita tambah ini modern, seperti yang dimiliki RS Prof Ngoerah. Dimana untuk satu ruang operasi membutuhkan anggaran Rp 6-7 Miliar, sudah termasuk alat kesehatannya,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru