Singaraja, koranbuleleng.com | Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa Pura Bukit Arca di Banjar Dinas Yeh Kecipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu malam, 6 Desember 2025. Insiden itu bukan hanya merusakkan sebagian besar bangunan pura, tetapi juga membuat arus lalu lintas pada jalur utama Singaraja–Denpasar sempat tersendat karena batang pohon melintang di badan jalan.
Perbekel Desa Wanagiri, Made Suparanton, memaparkan bahwa kejadian tersebut berlangsung tak lama setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan tersebut. Menurutnya, hujan mulai turun sekitar pukul 20.00 Wita, lalu hanya berselang 30 menit, pohon besar yang berdiri dekat pura tiba-tiba tumbang.
Kerusakan yang terjadi terbilang parah. Data sementara menyebut tiga pelinggih, satu patung, dan piasan di dalam Pura Bukit Arca mengalami kerusakan hingga 90 persen.
“Cuaca saat itu hujan, meskipun tidak lebat. Sekitar pukul 20.30, sebuah pohon besar di sisi Pura Bukit Arca tumbang dan menimpa bangunan pura. Pohon lain yang berada di dekatnya ikut ambruk ke badan jalan, sehingga menutup jalur utama,” ujarnya, Minggu, 7 Desember 2025.
Selain merusakkan bangunan suci, tumbangnya pohon juga memicu kerusakan jaringan listrik. Sebuah tiang listrik patah membuat kabel induk melintang di jalan, sehingga menambah hambatan di jalur transportasi sekaligus mengganggu aliran listrik di wilayah sekitar.
Sejak Sabtu malam, relawan Destana Wanagiri sudah bergerak melakukan penanganan awal. Mereka berupaya membersihkan jalan dari material pohon yang menutup akses utama.
“Relawan sudah turun sejak malam untuk membersihkan pohon yang menutupi jalan. Pagi ini penanganan dilanjutkan bersama komponen masyarakat dan aparat,” ucap Suparanton.
Pada Minggu pagi, upaya evakuasi diperkuat oleh perangkat desa, TNI, Polri, serta masyarakat yang turut membersihkan area pura dan badan jalan. Kerja bersama ini dilakukan untuk memastikan mobilitas warga kembali normal dan area terdampak dapat segera dipulihkan.
Suparanton juga menegaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan BPBD Buleleng untuk penanganan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan berat.
Pura Bukit Arca dikenal sebagai tempat suci yang dikelola oleh krama pengempon keluarga, namun juga kerap dikunjungi masyarakat umum untuk melakukan persembahyangan. “Kita sudah usulkan ke BPBD agar mendapatkan perbaikan,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

