Warga Sudaji Segel Kantor Perbekel Usai Kejari Dinilai Lamban Tangani Dugaan Korupsi

Singaraja, koranbuleleng.com | Puluhan warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, menyegel Kantor Perbekel Desa Sudaji, Selasa, 16 Desember 2025 siang. Massa bergerak menuju kantor desa setelah sebelumnya mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk menuntut kejelasan penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi.

Warga memicu aksi tersebut sebagai luapan kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lamban. Laporan dugaan korupsi itu menyeret nama Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, yang hingga kini belum memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

- Advertisement -

Aksi penyegelan berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelumnya, sejak Selasa pagi, warga mendatangi Kejari Buleleng untuk meminta penjelasan langsung terkait perkembangan laporan yang telah mereka sampaikan. Namun harapan warga pupus lantaran tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Kejari Buleleng, Edi Irsan Kurniawan.

Dalam pertemuan tersebut, warga mengaku hanya menerima penjelasan normatif tanpa kepastian arah penanganan perkara. Pihak Kejari menyampaikan audiensi lanjutan akan digelar pada Jumat mendatang dan warga dijanjikan dapat bertemu langsung dengan Kajari Buleleng.

Ketidakpuasan atas jawaban itu mendorong warga kembali ke Desa Sudaji. Massa kemudian menyegel Kantor Perbekel dengan memasang spanduk protes, menutup pintu-pintu kantor menggunakan kayu, serta menggembok pintu utama kantor desa. Kunci gembok diamankan oleh salah satu perwakilan warga sebagai simbol penutupan layanan pemerintahan desa.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya aksi penyegelan tersebut. Ia menyatakan aparat kepolisian telah melakukan upaya persuasif sebelum tindakan itu terjadi. “Kapolsek Sawan AKP Ketut Budayana, sudah memberikan imbauan serta menjelaskan dampak negatif dari tindakan penyegelan. Namun warga tetap pada pendiriannya,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu, 17 Desember 2025.

- Advertisement -

Yohana menegaskan situasi selama aksi berlangsung tetap terkendali tanpa adanya gangguan keamanan. “Tidak ada tindakan anarkis. Situasi secara umum aman dan terkendali,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sawan AKP Ketut Budayana menyampaikan hingga Rabu siang, Kantor Perbekel Desa Sudaji masih dalam kondisi tersegel. “Masih (tersegel). Warga menunggu jawaban dari Bapak Kajari. Kami tetap melakukan pemantauan dan atensi situasi di lokasi,” kata Budayana.

Terkait penyegelan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menggelar rapat internal, membahas terkait penyegelan kantor perbekel ini. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna 

Dari rapat itu, Supriatna meminta Camat Sawan I Ketut Cantya segera berkoordinasi dengan masing-masing kepala dusun yang ada di Desa Sudaji. Ini dilakukan agar pelayanan administrasi untuk masyarakat tetap dapat diberikan. “Atau carikan tempat terdekat dengan kantor desa agar pelayanan tetap jalan,” terangnya. 

Supriatna juga mengimbau masyarakat agar tidak berbuat anarkis, serta menunggu kepastian hukum dari Kejari Buleleng.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru