SINGARAJA, koranbuleleng.com | Longsor menerjang jalur pipa utama di Desa Sawan dan memicu krisis air bersih di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Jumat (13/2). Akibatnya, sekitar 200 kepala keluarga (KK) di lima banjar terdampak harus bertahan tanpa suplai air bersih selama beberapa hari terakhir.
Kerusakan infrastruktur vital itu terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah perbukitan, sehingga menggerus tanah dan merusak pipa induk yang menjadi nadi distribusi air menuju Desa Jagaraga. Aliran air bersih pun terhenti total selama tiga hari.
Perbekel Desa Jagaraga, Nyoman Parta, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan bahwa jalur yang rusak merupakan pipa utama yang memasok kebutuhan air warganya.
“Itu terjadi karena jalur pipa jebol di Desa Sawan dan sekarang sedang diperbaiki. Yang terdampak adalah salah pipa induk menuju Desa Jagaraga,” ujarnya.
Dampak paling terasa dialami warga di Banjar Dinas Triwangsa, Banjar Dinas Kangin Luan, Banjar Dinas Kauh Luan, Banjar Dinas Kangin Teben, serta Banjar Dinas Kauh Teben. Sejak suplai terhenti, warga terpaksa mengandalkan distribusi air tangki untuk memenuhi kebutuhan harian, mulai dari memasak hingga mandi.
Nyoman Parta menegaskan proses perbaikan sudah berjalan. Pihak teknis menargetkan dalam tiga hari ke depan aliran air mulai kembali mengalir meski belum sepenuhnya normal.
“Sekitar empat sampai lima hari diharapkan sudah normal kembali,” tambahnya.
Ia mengakui, insiden ini menjadi peristiwa pertama yang menyebabkan distribusi air ke wilayahnya lumpuh total. Curah hujan ekstrem disebut sebagai pemicu utama longsor yang merusak jaringan pipa dan menghentikan aliran subak maupun suplai air bersih.
Respons cepat datang dari instansi terkait.
“Beruntung, respons cepat datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan Perumda Tirta Hita Buleleng,” ucapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyatakan pihaknya langsung mengerahkan armada tangki air untuk menjawab kebutuhan mendesak warga. Sebanyak tiga truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan ke tiga titik banjar terdampak.
Selain distribusi air bersih, BPBD juga menyalurkan bantuan tandon air di setiap banjar guna memastikan penampungan air berjalan optimal. Koordinasi intensif dilakukan bersama Perumda Tirta Hita Buleleng untuk mempercepat proses pemulihan jaringan.
“Penyaluran air bersih masih akan dibutuhkan kurang lebih selama satu minggu kedepan sambil menunggu perbaikan pipa selesai,” ujarnya.
Hingga kini, perbaikan pipa induk masih dikebut di lokasi longsor Desa Sawan. Warga Desa Jagaraga berharap suplai air segera kembali normal agar aktivitas rumah tangga tiak lagi terganggu berkepanjangan.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

