Singaraja,koranbuleleng.com| Peta politik di Buleleng kembali memunculkan dinamika baru. DPD Partai Gerindra Bali mulai memberi perhatian kepada dr. Ketut Putra Sedana alias dr Caput untuk bergabung sebagai kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut.
Isu itu menguat setelah dr Caput tampak hadir dalam kuliah umum Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, di Institut Mpu Kuturan, Jumat, 15 Mei 2026. Dalam momen tersebut, dr Caput terlihat berjalan berdampingan dengan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya. Bahkan, mantan calon gubernur Bali itu juga memperkenalkan dr Caput kepada Ahmad Muzani yang kini menjabat Sekjen DPP Gerindra.
Kedekatan itu sontak memunculkan spekulasi baru terkait arah politik dr Caput setelah mundur dari PDI Perjuangan pada 2024 lalu. Apalagi, nama dr Caput selama ini dikenal cukup kuat di tengah masyarakat Bali Utara melalui aktivitas sosial dan kemanusiaan yang rutin dijalankan.
De Gadjah pun tidak menampik adanya komunikasi baik dengan dr Caput. Ia bahkan memberi sinyal terbuka jika suatu saat mantan Ketua Banteng Muda Indonesia Buleleng tersebut memilih berlabuh ke Gerindra.
“Belum (bergabung ke Gerindra). Kami bersaudara. Ya semoga dia mau, kami dengan senang hati kalau dia ke Gerindra. Kami mencari orang yang mau bekerja untuk rakyat. Potensinya luar biasa,” kata dia.
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik politik di Bali, khususnya Buleleng. Sosok dr Caput dinilai masih memiliki pengaruh sosial yang kuat, meski kini tidak lagi berada di bawah naungan partai berlambang banteng moncong putih.
Menanggapi berbagai isu yang berkembang, dr Caput memilih meredam spekulasi politik yang beredar. Ia menegaskan kehadirannya dalam agenda Ketua MPR RI di Buleleng murni sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kenegaraan, bukan agenda politik praktis.
“Kami selaku masyarakat pertama harus bersyukur, Ketua MPR RI hadir ke Buleleng. Saya diundang, saya datang. Ini jelas acara yang sifatnya kenegaraan, untuk kepentingan Buleleng,” katanya.
Di sisi lain, dr Caput juga mengakui memiliki hubungan personal yang dekat dengan De Gadjah. Namun ia menegaskan kedekatan tersebut hanya sebatas hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
“Dia (De Gajah) adik. Saya kakaknya. Siapapum seperti itu. Namanya juga suadara,” ucapnya.
Menurut dr Caput, dinamika politik yang berkembang saat ini merupakan hal lumrah dalam kehidupan demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tetap menjaga persatuan dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kalau di politik isu ini itu pasti ada, tetap tenang, yang penting jaga persatuan. Dalam melangkah harus kepentingan masyarakat. Gerakan saya memang untuk masyarakat,” tegasnya.
Ketika disinggung mengenai peluang bergabung dengan Gerindra, dr Caput mengaku belum memiliki rencana untuk kembali masuk partai politik. Ia justru merasa lebih nyaman bergerak melalui jalur profesi dan kegiatan sosial karena manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
“Kalau untuk itu (bergabung ke Gerindra) belum kepikiran. Saya lebih enak saat ini bergerak di profesi dan sosial, ada manfaatnya nyata,” kata dia.
Meski begitu, dr Caput memastikan dirinya tidak memiliki pandangan buruk terhadap partai politik mana pun, termasuk Gerindra. Ia menilai seluruh partai pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kalau saya tidak ada yang tidak baik partainya. Semua punya visi dan misi mulia untuk masyarakat, tergantung siapa yang mengemudikan,” ucapnya.
Sebelumnya, nama dr Caput cukup identik dengan PDI Perjuangan Buleleng. Namun pada 2024 lalu, ia resmi meninggalkan partai tersebut. Keputusan itu sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai langkah politik berikutnya di Bali Utara.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

