Ahmad Muzani Tekankan Mahasiswa Pahami Empat Pilar Kebangsaan Jelang Indonesia Emas 2045

Singaraja, koranbuleleng.com| Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya generasi muda memahami empat pilar kebangsaan sebagai fondasi menghadapi estafet kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Ahmad Muzani di hadapan ratusan mahasiswa Institut Mpu Kuturan Singaraja saat memberikan kuliah umum bertajuk “Memperkokoh Persatuan Dalam Bingkai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045”, Jumat, 15 Mei 2026.

- Advertisement -

Kegiatan akademik tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat Bali, hingga unsur penting dari Kabupaten Buleleng. 

Menurut Muzani, tahun 2045 akan menjadi momentum bersejarah karena Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan. Pada masa itu, tongkat kepemimpinan nasional akan berada di tangan generasi muda yang kini masih duduk di bangku perkuliahan.

“19 tahun lagi, Indonesia akan berusia 100 tahun. Saat itu, para mahasiswa ini akan berumur 40-50 tahun. Akan ada alih generasi kepemimpinan bangsa dari tua ke yang muda. Harus yakin diantara calon pemimpin bangsa mengerti dasar landasan budaya dan 4 pilar bernegara,” ujarnya.

Ia menekankan, pemahaman terhadap dasar negara, budaya bangsa, dan empat pilar kebangsaan menjadi syarat utama untuk menciptakan pemimpin yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah perubahan global yang semakin dinamis.

- Advertisement -

Muzani mengungkapkan, MPR RI saat ini terus menggencarkan sosialisasi mengenai landasan kehidupan bernegara kepada kalangan muda. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kuliah umum di berbagai perguruan tinggi.

“Kami MPR RI perlu sosialisasi dan konsoludasi, untuk memastikan saat umur Indonesia 100 tahun yang jatuh pada 2045. Generasi muda ini mengerti tentang landasan negara,” kata dia.

Selain menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan, Muzani juga mendorong mahasiswa agar memiliki kemampuan berinovasi dan mandiri menghadapi tekanan ekonomi global yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Ia menilai, tantangan dunia saat ini tidak hanya berkaitan dengan politik internasional, tetapi juga berimbas pada kebutuhan pokok dan stabilitas ekonomi masyarakat.

“Perang menyebabkan Harga hensin naik, perang sebaboan kebutuhan sulit itu harus kita hadapi. Mahasiswa harus mandiri. Orang Bali punya keterampilan yang baik, inovasi yang baik. Sudah teruji,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Muzani turut menyinggung kelanjutan pembangunan kampus Institut Mpu Kuturan Singaraja. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Agama RI terkait dukungan anggaran pembangunan kampus yang masih membutuhkan dana puluhan miliar rupiah.

“Bangunan disni masih memerlukan 52 miliar, akan sampaikan ke menteri agama agar dipenuhi semua,” kata dia.(*)

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru