Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng menyusun strategi pengaturan arus kendaraan di pusat Kota Singaraja menyusul dimulainya pembangunan Titik 0. Skema rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menekan potensi kemacetan akibat meningkatnya mobilisasi material dan alat berat proyek.
Langkah ini difokuskan pada pengendalian kendaraan berat yang diprediksi mendominasi pergerakan di sekitar kawasan strategis kota, terutama ketika tahap pekerjaan konstruksi besar mulai berjalan
Tahap Awal Masih Buka-Tutup Jalan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan AP, menjelaskan bahwa saat ini sistem buka-tutup masih diberlakukan karena proyek baru memasuki fase pembongkaran awal.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengamankan pergerakan truk material agar tidak memicu penumpukan kendaraan di jam padat.
“Untuk sementara masih buka-tutup karena masih tahap pembongkaran. Namun ketika pekerjaan besar dan alat berat mulai masuk, kendaraan berat akan kami arahkan melalui rekayasa lalu lintas,” ujarnya.
Ketika pekerjaan berat dimulai, kendaraan besar akan dialihkan melalui jalur Catus Pata menuju Jalan Gajah Mada ke arah utara. Kendaraan kecil, aktivitas perkantoran, serta mobilitas warga tetap diupayakan berjalan normal dengan pengaturan langsung di lapangan.
Dishub memastikan tidak ada penutupan total di kawasan tersebut karena area sekitar merupakan pusat aktivitas publik yang mencakup sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan permukiman warga.
Penerapan penuh rekayasa diperkirakan berlangsung dalam dua pekan mendatang, menyesuaikan timeline pelaksana proyek.
Pergerakan Alat Berat dari Jalan Pramuka Dikawal
Gunawan menyebut, perhatian khusus diberikan pada pergerakan alat berat dari basecamp yang berada di Jalan Pramuka. Mobilisasi tersebut dinilai berpotensi menghambat arus lalu lintas jika tidak dikawal secara ketat.
“Kalau alat berat mulai bergerak dari basecamp di Pramuka, tentu perlu pengawalan agar tidak menghambat arus lalu lintas. Itu nanti Dishub yang akan menangani,” tegasnya.
Skema Distribusi Material dari Arah Timur Bali
Untuk truk material dari arah Karangasem, Dishub merancang rute masuk melalui kawasan Banyuning. Kendaraan kemudian diarahkan melintas di Jalan Gajah Mada, berbelok ke Jalan Letkol Wisnu, dan tembus ke Jalan Dewi Sartika sebelum mencapai lokasi proyek.
Skema tersebut masih akan dibahas bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Polres Buleleng guna memastikan efektivitas pengaturan di lapangan.
Sebagai langkah antisipatif tambahan, Terminal Penarukan disiapkan menjadi lokasi penahanan sementara kendaraan berat saat jam sibuk.
“Kalau kondisi terlalu padat, kendaraan berat bisa kami kandangkan dulu di Terminal Penarukan. Setelah lewat jam kantor baru kami izinkan masuk kota,” jelasnya.
Sebanyak 30 personel lalu lintas Dishub akan diterjunkan dalam beberapa shift untuk melakukan pengawasan dan pengamanan arus selama proyek berlangsung.
Di sisi lain, kegiatan Car Free Day tetap berjalan normal setiap pukul 06.00–09.30 WITA. Kebijakan tersebut dipertahankan karena dinilai menjadi kebutuhan masyarakat Kota Singaraja.
“Kami tidak menutup total. Yang kami batasi hanya kendaraan besar seperti truk dan bus. Kendaraan masyarakat tetap kami atur agar aktivitas tetap berjalan,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

