Made Lestariana Berpeluang Kembali Pimpin Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com | Peluang I Made Lestariana untuk kembali memimpin Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng masih terbuka. Sinyal tersebut menguat setelah Pemerintah Kabupaten Buleleng menilai kinerja direksi selama masa jabatan berjalan dalam kondisi positif menjelang berakhirnya masa tugas pada Agustus 2026.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) tengah menyelesaikan tahapan akhir evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban direksi beserta hasil audit. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar penentuan apakah jajaran direksi tetap dipertahankan atau dilakukan pergantian untuk periode berikutnya.

- Advertisement -

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan seluruh dokumen pertanggungjawaban direksi telah dibahas bersama KPM. Proses yang tersisa hanya finalisasi sebelum keputusan resmi ditetapkan.

“Direksi yang sekarang sudah membuat laporan lengkap dengan audit. Kami sudah rapatkan sebagai kuasa pemilik modal. Tinggal finalisasi apakah ada direksi yang dilanjutkan atau nanti ada pergantian,” ujar Sutjidra, Kamis, 9 Juli 2026.

Sutjidra menegaskan regulasi pengelolaan Perumda masih memberikan kesempatan kepada direksi yang memiliki rekam jejak baik untuk kembali menjabat. Ketentuan tersebut menjadi dasar mengapa peluang Made Lestariana melanjutkan kepemimpinannya masih terbuka.

Menurutnya, seorang direksi dapat memperoleh perpanjangan masa jabatan apabila mampu menunjukkan prestasi, tidak melakukan pelanggaran, serta berhasil meningkatkan kinerja perusahaan daerah.

- Advertisement -

“Kalau dari aturan Perumda, dia (Lestariana) baru dua kali menjabat. Ada klausul, kalau direksinya berprestasi, tidak melanggar aturan, dan memiliki prestasi yang luar biasa, bisa dipertimbangkan untuk diperpanjang lagi satu kali,” jelasnya.

Selama berada di bawah kepemimpinan Made Lestariana, Perumda Air Minum Tirta Hita dinilai mampu menjaga kualitas tata kelola perusahaan. Hal itu tercermin dari raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang konsisten diperoleh, disertai kondisi neraca keuangan yang dinilai sehat.

“Penilaiannya masih oke semua. WTP semua, kemudian neraca keuangannya sangat bagus,” katanya.

Tak hanya memperkuat tata kelola, Perumda Air Minum Tirta Hita juga menorehkan prestasi di tingkat nasional. Perusahaan milik daerah tersebut sukses meraih penghargaan Top BUMD selama lima tahun berturut-turut, yang menjadi indikator keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan.

Di sektor operasional, berbagai langkah efisiensi turut membuahkan hasil. Tingkat kebocoran air berhasil ditekan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif. Efisiensi tersebut ikut mendorong peningkatan laba perusahaan dan memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng.

“Penghargaan banyak sekali, Top BUMD lima kali berturut-turut. Kemudian angka kebocoran air sudah mulai ditekan. Dari segi efisiensi juga sudah dijalankan sehingga profit untuk APBD tetap, bahkan meningkat,” ungkapnya.

Meski sejumlah indikator menunjukkan hasil positif, Pemkab Buleleng belum menetapkan keputusan akhir mengenai susunan direksi Perumda Air Minum Tirta Hita periode mendatang. Finalisasi evaluasi masih berlangsung sebagai dasar bagi Kuasa Pemilik Modal untuk menentukan apakah Made Lestariana bersama jajaran direksi lainnya kembali dipercaya memimpin perusahaan daerah tersebut atau dilakukan penyegaran kepemimpinan.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru