Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng hingga kini belum mencairkan dana hibah tahap kedua untuk KONI Buleleng. Penundaan ini berdampak langsung pada pembiayaan pemusatan Latihan atau training center (TC) para atlet yang bersiap berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.
KONI Buleleng belum bisa mencairkan dana pemusatan Latihan bagi atlet untuk bulan Juni 2025. Kondisi ini memantik keprihatinan anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Buleleng, Kadek Setiawan. Dia mendesak, Pemkab Buleleng bergerak sigap menyikapi dan memprioritaskan kepentingan atlet Buleleng.
Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja yang mengutarakan langsung terkait penundaan biaya pemusatan Latihan itu kepada seluruh atlet dari kontingen Buleleng pada apel siaga dan kebulatan tekad yang digelar di lapangan Bhuwana Patra, Minggu 29 Juni 2025. Sejumlah atlet terlihat merasa kecewa dengan penundaan pencairan dana pemusatan Latihan itu. Mereka selama ini menggunakan dana tersebut untuk biaya latihan termasuk untuk biaya transportasi dan pembelian nutrisi.
KONI Buleleng membuat kebijakan untuk memberikan uang saku bagi atlet dan official Kontingen Buleleng selama pemusatan Latihan berlangsung empat bulan, dari Mei, Juni, Juli dan Agustus. Setiap bulan atlet dan official menerima dana Rp.1.875.000. Bulan Mei sudah dicairkan, namun untuk bulan Juni belum bisa dicairkan.
Wiratmaja mengungkapkan bahwa Pemkab Buleleng telah berkomitmen memberikan dana hibah sebesar Rp23 miliar secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp6 miliar sudah diterima, namun tahap kedua sebesar Rp17 miliar belum terealisasi hingga kini.
“Dana TC untuk bulan Mei sudah cair, sudah kami berikan kepada atlet. Sementara untuk Juni ini belum bisa, karena dana hibah tahap ke dua dari Pemkab belum kami terima,” ujar Wiratmaja saat ditemui Minggu, 29 Juni 2025.
Dana hibah ini sangat krusial untuk mendukung pembinaan atlet, biaya TC, dan kebutuhan mengikuti Porprov Bali 2025. Sebanyak 663 atlet Buleleng telah mengikuti TC sejak Mei dan akan terus berlatih hingga Agustus 2025, dengan masing-masing atlet menerima Rp 1.875.000 per bulan selama masa TC.
Wiratmaja berharap agar Pemkab Buleleng segera merealisasikan pencairan dana hibah tahap dua mengingat waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat. “Kami akan terus komunikasikan ini bersama Pemkab Buleleng. Mudah-mudahan Juli sudah bisa direalisasikan,” tambahnya.
Keterlambatan ini juga menjadi sorotan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Setiawan, yang menilai penundaan dana hibah dapat menurunkan semangat juang para atlet. Pemkab Buleleng harus bertindak cepat untuk kenyamanan atlet Buleleng yang akan berlaga di Porprov Bali XVI.
Setiawan, yang juga Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Buleleng, menegaskan pentingnya percepatan pencairan dana tersebut agar atlet bisa berjuang maksimal. Setiawan kebetulan mendengar langsung kondisi tersebut di lapangan Bhuwana Patra saat mengikuti apel siaga dan kebulatan tekad bersama seluruh atlet kontingen Buleleng.
“Kalau kerja pasti dapat upah. Atlet ini memperjuangkan Buleleng, kenapa sampai terlambat seperti ini. Kami khawatir kalau terus terlambat seperti ini, atlet akan berpikir ngapain berjuang kalau tidak dihargai. Atlet itu pahlawan kita di bidang olahraga. Samakan posisinya,” tegas Setiawan.
Sementara Plt. Kepala Badan Pengelolaan dan Keuangan Daerah, Gede Sugiartha Widiada mengungkapkan Pemkab Buleleng akan mulai mencairkan hibah KONI Buleleng tahap2 di bulan Juli 2025. “Rencana bulan Juli 2025, paling lambat di minggu ketiga,” ungkap Sugiartha di lapangan Bhuwana Patra. (*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

