Program Makan Bergizi Gratis Sasar Sukasada, 69 Siswa SDN 5 Nikmati Menu Seimbang

Singaraja, koranbuleleng.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana mulai menyasar Kecamatan Sukasada. Sebanyak 69 siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Sukasada menjadi penerima manfaat program yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa, 19 Agustus 2025. Selama sembilan hari ke depan, para siswa mendapatkan makanan sehat yang disiapkan secara khusus untuk menunjang kebutuhan gizi mereka.

Pada istirahat pertama sekitar pukul 09.15 Wita, siswa SDN 5 Sukasada menerima ompreng berisi nasi putih, ayam kecap, tempe orek, tumis buncis, dan buah melon. Hidangan tersebut disantap bersama-sama oleh siswa dari kelas I hingga VI, menciptakan suasana kebersamaan sekaligus mendukung pola makan seimbang sejak dini.

- Advertisement -

Kepala Sekolah SDN 5 Sukasada, I Putu Jaya Saputra, menegaskan program ini menjadi pengalaman baru yang bermanfaat bagi anak didiknya. Sebelum distribusi dilakukan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Koramil Sukasada telah melakukan pendataan sejak awal Agustus.

Ia menilai, MBG mampu menata pola makan anak secara lebih terarah. “Kalau di rumah mungkin orangtuanya sibuk. Anak-anak misalnya tidak suka makan sayur, jadi kurang terkontrol. Tapi dengan program ini, menunya lengkap ada sayur, protein, buah. Komplit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saputra menambahkan pentingnya program MBG untuk pemenuhan gizi sekaligus edukasi pola konsumsi. “Jadi kebutuhan gizi anak terpenuhi. Sekaligus kami edukasi bahwa sayur itu baik untuk tubuh,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Buleleng Sukasada, Pancasari Yayasan Widarba Bali, Ketut Pingki Ardina, menjelaskan saat ini program MBG menyasar 2.604 penerima manfaat di 16 sekolah wilayah Kecamatan Sukasada. Rinciannya meliputi dua TK, delapan SD, dua SMP, serta dua SMA/SMK.

- Advertisement -

Seluruh makanan dimasak di dapur sehat yang berlokasi di kawasan Yayasan Widarba Bali, Lingkungan Sangket, Kecamatan Sukasada. Proses pengolahan melibatkan 47 warga lokal serta seorang ahli gizi untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.

“Jadi seluruh bahan-bahan yang digunakan di cek dan dipantau oleh ahli gizi, untuk mengantisipasi terjadinya keracunan, atau sakit perut. Tingkat kematangannya juga dicek,” kata dia.

Setelah sembilan hari berjalan, pihak SPPG berencana mengajukan proposal ke Badan Gizi Nasional untuk pendistribusian lanjutan. Selain Kecamatan Sukasada, program MBG juga mulai menyasar beberapa sekolah di Kecamatan Busungbiu dan Desa Temukua, Kecamatan Banjar.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru