Singaraja, koranbuleleng.com| Sebanyak 24 sekolah di Kabupaten Buleleng dipastikan akan mendapat program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan pada tahun 2025. Pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendikdasmen menggelontorkan dana sebesar Rp 16,30 miliar yang akan ditransfer langsung ke pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengungkapkan bahwa dari 24 sekolah penerima bantuan, dua di antaranya adalah PAUD dengan alokasi Rp 203,71 juta lebih untuk pembangunan toilet dan ruang UKS.
Sementara itu, jenjang SD menjadi penerima terbesar dengan 18 sekolah yang memperoleh total dana Rp 14,46 miliar lebih. Revitalisasi di tingkat SD mencakup rehab ruang kelas, pembangunan toilet, ruang UKS, perpustakaan, ruang administrasi, hingga laboratorium.
“Sisanya untuk jenjang SMP ada 4 sekolah dengan anggaran Rp 1,63 miliar lebih, dengan jenis kegiatan hampir sama,” ujarnya, Senin, 8 September 2025.
Meski jumlah anggaran yang diterima pada 2025 cukup besar, Sudiarta menegaskan bahwa angka ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, DAK Fisik Pendidikan untuk Buleleng mencapai Rp 25 miliar yang tersebar ke 26 satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP.
“Usulan kami sekarang ada sejumlah sekolah melalui Dapodik sesuai skala prioritas. Proses pengajuan berdasarkan kondisi tingkat kerusakannya. Kementerian juga punya syarat tertentu, secara kasat mata memang harus layak (rusak berat),” ucapnya.
Menurut Sudiarta, penurunan anggaran merupakan dampak dari kebijakan efisiensi di Kementerian yang otomatis berimbas pada berkurangnya jumlah sekolah penerima.
“Bapak Bupati sempat menugaskan saya ke Jakarta untuk mengupayakan tambahan bantuan yang memungkinkan bisa diakses, kareka jumlah sekolah rusak yang perlu penanganan cukup banyak di Buleleng,” kata dia.
Selain mengandalkan dana pusat, Pemkab Buleleng juga tetap mengupayakan perbaikan sekolah rusak dari APBD daerah. Namun, dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Disdikpora Buleleng menegaskan akan menerapkan skala prioritas.
Fokus utama diarahkan pada sekolah dengan kondisi rusak berat dan membahayakan, termasuk kerusakan akibat bencana alam yang merusak senderan dan pagar sekolah.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

