Pemkab Buleleng Diminta Bentuk BUMD Migas untuk Dongkrak PAD dari Potensi Gas di Laut Bali Utara

Singaraja, koranbuleleng.com | Fraksi Golkar DPRD Buleleng mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng agar segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Migas. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari potensi besar cadangan gas di perairan laut Bali Utara.

Berdasarkan data hasil survei seismik, wilayah laut Bali Utara menyimpan potensi cadangan gas mencapai 23,3 triliun kaki kubik (Trillion Cubic Feet/TCF), setara dengan 4 miliar barel minyak (Barrel of Oil Equivalent/BOE) atau sekitar 636 miliar liter.

- Advertisement -

Dalam rapat paripurna DPRD Buleleng pada Kamis, 6 November 2025 lalu, Juru Bicara Fraksi Golkar, Ketut Hermawan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu segera menindaklanjuti potensi besar ini dengan langkah nyata.

Hermawan menegaskan, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan membentuk BUMD Migas atau setidaknya melakukan Participating Interest sebesar 10 persen pada proyek eksploitasi migas tersebut.

“Pendirian BUMD Migas merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan sosial, pemerataan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas serta meningkatkan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” jelasnya.

Fraksi Golkar menilai, keberadaan BUMD Migas akan membuka ruang partisipasi daerah dalam pengelolaan sumber daya alam strategis, serta memastikan masyarakat Buleleng turut merasakan manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang dimiliki.

- Advertisement -

Menanggapi dorongan tersebut, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa pihaknya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng kini tengah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam proses pembentukan BUMD Migas.

Sutjidra menjelaskan bahwa potensi gas di laut Bali Utara rencananya akan dieksploitasi oleh salah satu perusahaan migas terbesar di dunia, dan proses eksploitasi ditargetkan dimulai pada tahun 2026, meliputi Blok Agung 1 dan 2.

“Sudah berproses. Pihak investor juga sudah beberapa kali bertemu, dan eksplorasi itu sudah selesai dilakukan. Laporannya juga sudah disampaikan kepada Gubernur, sehingga tahap selanjutnya adalah eksploitasi, yang akan dilakukan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Astungkara eksploitasi berhasil, sehingga bisa memberikan kontribusi untuk PAD Buleleng,” jelas Sutjidra.

Pejabat asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, ini juga menuturkan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster akan segera mengumumkan hasil eksploitasi jika proyek gas bumi tersebut berjalan sukses.

“Katanya kalau dieksploitasi, bisa cukup lama, mencapai 23,3 triliun kaki kubik. Ada dua blok yang kalau di bor, langsung keluar gas. Itu semua di laut Buleleng. Kalau eksploitasi berhasil nanti bapak Gubernur akan merilis, kita tunggu saja,” ujar Sutjidra.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru