Singaraja, koranbuleleng.com | Bimbingan Belajar Professional Saraswati Education menghadirkan suasana penuh semangat perjuangan ketika lembaga ini menggelar lomba puisi dan pidato untuk memperingati Hari Pahlawan. Sebanyak 128 peserta dari jenjang SD dan SMP ambil bagian dalam kegiatan yang sarat nilai literasi dan nasionalisme tersebut.
Ketua Panitia, Kadek Yunia Cahyani, menerangkan bahwa lomba puisi dibuka khusus untuk siswa SD dan dibagi menjadi dua kategori. Kategori A diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 3, sedangkan Kategori B diikuti siswa kelas 4 hingga 6. Untuk lomba pidato, kompetisi hanya dibuka satu kategori dan diperuntukkan bagi siswa SMP se-Kabupaten Buleleng.
Cahyani juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan secara daring, di mana peserta wajib membuat video puisi maupun pidato untuk diunggah ke YouTube masing-masing pada 27 Oktober hingga 1 November 2025. Selanjutnya, juri melakukan penilaian online pada 2–5 November 2025.
Para peserta terbaik lalu melaju ke babak final. Sebanyak 10 finalis setiap kategori tampil kembali secara langsung pada Minggu, 9 November 2025, untuk menentukan juara.
Pada pelaksanaan babak final, Cahyani menegaskan bahwa pidato untuk tingkat SMP harus dibuat sendiri oleh siswa dan dipresentasikan tanpa membaca teks.
“Untuk lomba pidato tingkat SMP naskahnya sesuai tema kegiatan mengenai pahlawan, dibuat oleh siswa dan dibawakan tanpa teks saat babak final. Tema yang kita angkat pada kegiatan ini, yakni Semangat Pahlawan, Dari Perjuangan Menjadi Insprasi Generasi Bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lomba ini bertujuan menanamkan nilai kepahlawanan, menumbuhkan nasionalisme, serta mengasah kemampuan literasi dan seni berbicara generasi muda Buleleng.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bimbel Profesional Saraswati Education, Dr. Ni Putu Candra Prasetya Dewi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam memajukan pendidikan di Bali Utara sekaligus menggali potensi siswa melalui karya sastra. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan lomba puisi dan pidato ini dikaitkan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.
“Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang, kita perlu memperingatinya. Namun, senjata perjuangan generasi muda saat ini tidaklah lagi dengan bambu runcing, namun ide, gagasan, serta karya inovatif anak bangsa,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

