Singaraja, koranbuleleng.com | Sat Lantas Polres Buleleng mengamankan Arif Al Akbar, sopir minibus yang mengangkut rombongan wisatawan Tiongkok, setelah kendaraan yang dikemudikannya hilang kendali dan terperosok ke kebun warga hingga menewaskan lima orang di Banjar Dinas Prabakula, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, memastikan bahwa sopir beralamat Tuban, Badung itu kini masih dimintai keterangan sebagai saksi. “Sopir busnya diamankan di Satlantas,” kata Bachtiar, Minggu, 15 November 2025.
Perjalanan wisata yang semestinya mengarah ke Lovina untuk mengikuti tur dolphin berubah tragis ketika minibus tersebut tiba-tiba kehilangan kendali di wilayah Desa Padangbulia. Kendaraan itu terjun dari badan jalan, menabrak pohon, dan terpental keras akibat benturan. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi dunia pariwisata Buleleng.
Lima wisatawan Tiongkok dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Mereka adalah Xu Huangyuan, 66 tahun, Xu Mingbiao, 61 tahun, Xu Yuexiang, 52 tahun, Zhong Yuemei, 63 tahun, dan Xu Huijuan, 61 tahun. Delapan korban lainnya mengalami luka memar hingga dislokasi, dan saat ini mendapat perawatan lebih lanjut.
Dokter Forensik RSUD Buleleng, Klarisa Salim, menjelaskan kondisi korban saat tiba di rumah sakit pada Jumat, 14 November 2025, sekitar pukul 07.00–07.30 Wita.
Ia menegaskan bahwa kelimanya datang dalam kondisi tidak bernyawa. Menurutnya, ada dua korban laki-laki dan tiga korban perempuan. Hingga Sabtu, 15 November 2025, seluruh jenazah masih disimpan di Instalasi Forensik RSUD Buleleng. Pemeriksaan luar telah dilakukan, tetapi pihak medis belum mempublikasikan temuan lengkap.
dr Klarisa hanya menyebutkan bahwa terdapat sejumlah luka di bagian tubuh korban, termasuk satu luka yang dinilai sangat fatal. “Salah satu korban mengalami luka yang sangat fatal. Kami belum bisa memastikan penyebab kematian kelima korban, karena belum dilakukan autopsi. Kami masih menunggu koordinasi dari polisi dan kedutaan untuk hal itu (autopsi),” ujarnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

