DPRD Buleleng Soroti Pendataan Aset Lahan Sekolah Usai Penyegelan Dua SD di Kubutambahan

Singaraja, koranbuleleng.com | Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhuka Jaya menegaskan pentingnya pendataan status lahan di wilayah Buleleng. Dhuka Jaya menilai pendataan tersebut menjadi kunci utama untuk mencegah polemik berkepanjangan, seperti yang terjadi pada dua sekolah dasar di Desa Kubutambahan.

Dhuka Jaya menyampaikan, pendataan aset daerah berperan vital dalam memastikan kejelasan status lahan sekolah. Melalui pencatatan yang tertib dan terverifikasi, pemerintah daerah dapat memastikan apakah lahan telah tercatat sebagai aset daerah serta memiliki sertifikat yang sah secara hukum.

- Advertisement -

‎”Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait aset daerah agar memperkuat pencatatan sejak awal, terutama sebelum pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan,” ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.

DPRD Buleleng, lanjut Dhuka Jaya, berencana turun langsung ke lapangan guna menelusuri sengketa lahan yang berujung pada penyegelan SD Negeri 4 dan SD Negeri 5 Kubutambahan. Langkah ini ditempuh untuk memperoleh gambaran utuh terkait duduk perkara yang menimbulkan gangguan terhadap aktivitas pendidikan.

Dhuka Jaya menilai, tindakan penyegelan terhadap dua sekolah tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya proses dan komunikasi sebelumnya antara pihak-pihak terkait. DPRD Buleleng pun menilai penyelesaian cepat harus dilakukan agar hak belajar siswa tidak kembali terganggu. ‎”Intinya kami segera turun kelapangan, agar kasus ini segera selesai,” kata dia.

Sebelumnya, pagar Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 dan SD Negeri 5 Kubutambahan, Buleleng, dikunci dan digembok oleh pihak yang mengklaim kepemilikan lahan sekolah. Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Senin, 19 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 Wita, saat penjaga sekolah hendak membuka pagar sekolah.

- Advertisement -

Kondisi tersebut membuat para murid dan orang tua kebingungan karena aktivitas belajar mengajar tidak dapat berjalan normal. Akibat penyegelan itu, sejumlah siswa terpaksa dipindahkan sementara ke sekolah lain untuk mengikuti pembelajaran selama dua hari.

Situasi baru kembali normal setelah kedua sekolah tersebut akhirnya dibuka pada Kamis, 22 Januari 2026.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru