Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng memulai penataan titik nol Kota Singaraja pada Februari 2026 sebagai bagian dari upaya penataan wajah kota bersejarah di Bali Utara. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran lebih dari Rp38 miliar melalui dua paket proyek yang telah dimenangkan oleh perusahaan pemenang tender.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, menyatakan pemerintah akan mengawali pekerjaan setelah prosesi mepiuning selesai. Penataan kawasan ini mengharuskan pembongkaran Gedung Wanita Laksmi Graha serta Kantor Satpol PP Buleleng sebagai bagian dari penyesuaian tata ruang pusat kota.
Pemerintah daerah merancang relokasi Gedung Wanita Laksmi Graha ke lokasi bekas Kantor Satpol PP Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk menjaga fungsi fasilitas publik sekaligus mendukung penataan kawasan titik nol Singaraja agar lebih representatif sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Proyek pembangunan Gedung Wanita Laksmi Graha dimenangkan oleh CV. Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak lebih dari Rp13,9 miliar. Sementara itu, proyek penataan titik nol Singaraja akan dikerjakan oleh PT. Taman Bungan Indah dengan nilai kontrak mencapai Rp24,4 miliar.
“Kontraktornya lokal semua. Nanti pembangunannya berbarengan Gedung Laksmi dan titik nol Singaraja. Pengerjaan dilakukan setelah mepiuning, kan ada pelinggih disana, nanti disatukan dulu. Setelah itu baru dimulai proyeknya,” ujar Adiptha, Minggu, 8 Februari 2026.
Selain fokus pada pusat kota, Pemkab Buleleng juga menyiapkan rencana penataan Pelabuhan Tua Buleleng. Saat ini, dinas terkait tengah memfinalisasi gambar teknis sebagai dasar pelaksanaan proyek yang akan dilakukan secara bertahap.
Adiptha menjelaskan setiap tahapan penataan Pelabuhan Tua Buleleng akan menggunakan anggaran sekitar Rp5 miliar. Tahap awal difokuskan pada revitalisasi Gedung Imaco untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sekaligus membuka ruang bagi berbagai kegiatan dan event masyarakat.
“Mungkin untuk tahap pertama pembangunan gedung Imaco dulu untuk mendukung Porprov. Juga karena gedung itu bisa dimanfaatkan banhak event. Nanti akan di di rehab berat, peningkatan kualitas atap, toilet dan pedagang di sekitar agar tidak kumuh,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

