Pemkab Buleleng Rencanakan Bangun RS Tipe D di Buleleng Timur

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng merancang pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di wilayah Buleleng Timur pada tahun 2027 sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah daerah kini telah menuntaskan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan, rencana pembangunan RS Tipe D itu telah masuk tahap perencanaan awal. Pemerintah menyiapkan lokasi pembangunan di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, dengan harapan pendanaan dapat didukung melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali.

- Advertisement -

“DED sudah selesai. Untuk pembangunan nanti kita rencanakan lewat BKK provinsi,” ujar Sutjidra, Selasa, 10 Februari 2026.

Sutjidra menyampaikan, rumah sakit tipe D yang direncanakan akan memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Estimasi kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan berada pada kisaran Rp50 miliar hingga Rp75 miliar, menyesuaikan standar fasilitas kesehatan yang berlaku saat ini.

Perhitungan anggaran tersebut mengacu pada pembangunan RS Pratama Tangguwisia di Kecamatan Seririt yang dilaksanakan sekitar satu dekade lalu. Menurut Sutjidra, perkembangan harga material dan kebutuhan fasilitas medis menyebabkan besaran anggaran kini mengalami penyesuaian signifikan.

Selain pembangunan gedung utama, rumah sakit tersebut akan dilengkapi sarana dan prasarana penunjang, termasuk alat kesehatan yang disesuaikan dengan standar rumah sakit tipe D. Klasifikasi layanan dirancang setara dengan RS Pratama Tangguwisia Seririt serta RS Girimas Sawan.

- Advertisement -

Pembangunan rumah sakit di kawasan Buleleng Timur menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pertimbangan utamanya adalah jarak tempuh masyarakat yang masih relatif jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan rujukan.

“Wilayah timur kita dahulukan karena akses masyarakat lebih jauh. Kalau di barat sudah ada RS Tangguwisia dan dua puskesmas perawatan,” ucap Sutjidra.

Dari sisi sumber daya manusia, Pemkab Buleleng menyiapkan skema penyesuaian tenaga kesehatan. Sebagian tenaga medis akan direlokasi dari puskesmas yang beban kerjanya berkurang, sekaligus diperkuat dengan rekrutmen tenaga baru sesuai kebutuhan rumah sakit.

“Yang penting dokter tersedia. Perawat dan tenaga lain relatif cukup, apalagi ada PPPK yang bisa direlokasi,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru