Pemkab Buleleng Percepat Pemulihan Pascabanjir Banjar, Infrastruktur dan Kebutuhan Warga Jadi Prioritas

Singaraja, Koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten di Buleleng mempercepat langkah pemulihan pascabanjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar pada awal Maret 2026. Upaya ini kini difokuskan pada perbaikan infrastruktur vital sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa penanganan bencana telah memasuki tahap pemulihan dan pemantauan. Pemerintah daerah mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat normalisasi kehidupan warga.

- Advertisement -

“Banjir Banjar, penanganan sudah dalam tahap pemulihan dan pemantauan. Pemulihan hampir semua sudah melakukan, kerjasama dengan stakeholder terkait kemarin, dan untuk kegiatan lanjutan kita akan menyasat untuk infrastruktur,” ujar Sutjidra, Rabu, 25 Maret 2026.

Fokus lanjutan diarahkan pada penguatan infrastruktur terdampak, meliputi perbaikan aliran sungai, jaringan irigasi, hingga fasilitas pendidikan. Pemerintah juga telah merampungkan pendataan kerugian sebagai dasar perencanaan rehabilitasi yang lebih terukur dan efektif.

“Kerugiannya sudah didata. Pak gubernur sudah bantu untuk kegiatan infrastruktur yang terkena dampak banjir bandang,” ucapnya.

Selain infrastruktur, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat telah terpenuhi sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap. Proses pemulihan kini menyasar perbaikan lingkungan fisik yang menjadi penopang utama kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -

“Pemulihan sekarang revit sungai, jaringan irigasi yang rusak, sekolah sudah, kebutuhan masyarakat sudah terkait kebutuhan dasar,” kata dia.

Distribusi bantuan juga tidak hanya terfokus pada titik terdampak utama di Desa Banjar, tetapi turut menjangkau desa lain yang mengalami imbas bencana. Komitmen pemulihan menyeluruh ini ditunjukkan melalui penyaluran bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dengan nilai signifikan.

“Yang desa lain sudah dibantu juga, diserahkan simbolis, 1,2 miliar diserahkan kemarin,” ujar Sutjidra.

Meski demikian, percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah merencanakan perbaikan fisik sekolah pada tahun anggaran berikutnya, sembari menerapkan solusi sementara untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

“pemulihan sekarang, revitnya rencanakan dulu, untuk sekolah rencananya tahun depan, karena anggaran perubahan tidak memungkinkan. Untuk sekarang, Disdik sudah berikan skema rombel yang ada dimanfaatkan dengan dua shift,” ucapnya.(*/ads-pr)

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru