Singaraja, koranbuleleng.com | Aktivitas ribuan warga di kawasan perkotaan Singaraja terganggu setelah distribusi air bersih dari Perumda Tirta Hita Buleleng mengalami hambatan sejak Senin, 11 Mei 2026. Perbaikan jaringan transmisi utama yang dilakukan di kawasan titik nol Kota Singaraja menyebabkan aliran air ke sejumlah wilayah terhenti sementara.
Kondisi ini memicu antrean warga di sejumlah titik distribusi air bersih. Di Kelurahan Banyuasri, warga terlihat membawa ember, jeriken, hingga galon untuk mendapatkan suplai air dari mobil tangki yang disiagakan pemerintah daerah pada Selasa, 12 Mei 2026.
Gangguan layanan tersebut berdampak cukup luas. Sedikitnya 14 desa dan kelurahan di wilayah Kota Singaraja ikut terdampak akibat proses pengopelan dan pemindahan jalur pipa transmisi.
Wilayah yang mengalami gangguan meliputi Kelurahan Paket Agung, Banjar Tegal, Liligundi, Kampung Singaraja, Astina, Kendran, Banjar Jawa, Banjar Bali, Kampung Baru, Kampung Kajanan, Kampung Anyar, Kampung Bugis, Kaliuntu, Banyuasri, Baktiseraga, Pemaron, Tukadmungga, Anturan, Kalibukbuk, hingga Kaliasem.
Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, menjelaskan pengerjaan dilakukan karena adanya penyesuaian jaringan pipa lama yang terdampak proyek penataan kawasan titik nol Kota Singaraja.
“Kami harus melakukan pemindahan jalur pipa, serta memperbaiki jaringan. Sebelumnya di sekitar titik nol kota Singaraja, ada pipa yang melintang, dan kurang dalam. Jadi ini harus kami sempurnakan lagi,” jelasnya.
Menurut Lestariana, proses pengerjaan diperkirakan berlangsung hingga Rabu, 13 Mei 2026. Selama perbaikan dilakukan, distribusi air bersih tetap diupayakan melalui armada mobil tangki yang beroperasi hampir tanpa henti.
Perusahaan daerah air minum milik Pemkab Buleleng itu bahkan mengerahkan armada tambahan guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
“Per kemarin, mobil tangki kami kerahkan dari pagi sampai jam 11 malam. Total sudah ada 18 tangki air yang kami distribusikan secara gratis. Kami mohon permakluman, kepada pelanggan yang terdampak,” ujar Lestariana.
Situasi antrean air bersih pun masih terjadi di beberapa kawasan padat penduduk pada Selasa siang. Warga berharap proses perbaikan jaringan dapat segera rampung agar aktivitas rumah tangga kembali normal, terutama kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci yang sangat bergantung pada suplai air PDAM.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

