Singaraja,koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng mulai menata kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, menjadi pusat kuliner dan ruang publik baru setelah revitalisasi Titik Nol rampung. Kawasan yang selama ini menghadapi persoalan sanitasi dan kesan kumuh itu akan disulap menjadi area yang lebih tertata hingga terhubung dengan Pelabuhan Buleleng.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, penataan Jalan Diponegoro ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 setelah proses lelang selesai dan penyedia proyek ditetapkan.
“Setelah Titik Nol, rencana berikutnya penataan Jalan Diponegoro, targetnya mulai bulan depan ditata,” ujar Sutjidra, Minggu, 2 Agustus 2026.
Penataan kawasan tersebut akan mengusung konsep pedestrian luas seperti kawasan Titik Nol. Pemerintah akan menjadikan Jalan Diponegoro sebagai sentra kuliner khas Buleleng dengan konsep menyerupai pasar malam.
Selain lokasi kuliner, kawasan itu juga akan dilengkapi area food truck dan ruang bagi komunitas untuk menggelar kegiatan. Pemerintah berharap kawasan tersebut menjadi ruang publik baru yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkab Buleleng juga akan membenahi sistem sanitasi untuk menghilangkan persoalan bau dan kesan kumuh yang selama ini melekat di kawasan tersebut.
“Sanitasinya kita benahi supaya tidak seperti sekarang yang berbau dan terlihat kumuh. Kita ingin kawasan itu benar-benar tertata dan menjadi wajah Kota Singaraja,” jelas Sutjidra.
Penataan Jalan Diponegoro menelan anggaran sekitar Rp5 miliar. Pengerjaan diproyeksikan berlangsung selama tiga hingga empat bulan setelah kontraktor ditetapkan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan mengatur keberadaan parkir dan pedagang bermobil di sepanjang Jalan Diponegoro. Area parkir nantinya diarahkan berada di sisi barat jalan agar kawasan tetap tertib dan nyaman bagi masyarakat.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

