Danau Buyan Alami Pendangkalan Parah, Kedalaman Saat ini 60 Meter

Singaraja | Sedimentasi yang terjadi di Danau Buyan, Desa Pancasari semakin parah. Sedimentasi ini terjadi akibat kiriman lumpur dari daerah perbukitan menuju danau. Itu lebih sering terjadi ketika musim penghujan. Selain sedimentasi, Danau Buyan juga ditumbuhi gulma, berupa eceng gondok, kapu-kapu dan sejensinya.

Saat ini, Balai Wilayah Sungai Bali bersama Pemkab Buleleng sedang melakukan pengerukan untuk mengupayakan kondisi danau ini normal. Harapannya, normalisasi bisa dilakukan mendekati seratus persen seperti kondisi awal.

- Advertisement -

Akibat sedimentasi ini, banyak perubahan terjadi pada lingkungan dan biota danau. Sedimentasi memicu pendangkalan kedalaman danau.  Kasat Kerops BWS Bali Penida, Putu Sedana mengungkapkan kedalaman Danau Buyan berubah, dari kedalaman awal mencapai 80 meter kini hanya mencapai 60 meter.  Kondisi ini sebenarnya sudah tergolong sangat kritis apalagi bila dilihat dari sisi fungsi Danau Buyan sebagai salah satu titik sumber mata air di Bali.

Untuk melakukan normalisasi ini, BWS Bali menurunkan alat berat berupa Amphibious Excavator untuk melakukan pengerukan.

“Tentunya kita bersama-sama bias menjaga keberadaan danau ini sebagai salah satu sumber mata air Bali. Kami berupaya untuk mengembalikan fungsinya dengan melakukan pengerukan. Mungkn tidak bisa tuntas, tetapi harus tahap demi tahap,” terang Sedana.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Buleleng,  Nyoman Surya Temaja mengatakan pengelolaan dan pemeliharaan Danau Buyan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali.

- Advertisement -

Saat ini, kata Surya Temaja selain sedimentasi, Danau Buyan juga dipenuhi dengan gulma, sehingga kondisi kritis ini harus dinormalisasi.

“Sekarang lagi dikeruk dengan Ampibhius escavator. Fungsi utama untuk melakukan kerukan sedimentasi yang ada. Secara teknis, akibat sedimentasi ini ada pori-pori danau yang tertutup sedimen sehingga harus dikeruk termasuk gulma, eceng gondok,” terang Surya Temaja, Rabu (6/8).

Alat berat tersebut telah bekerja sejak Sabtu (4/6) pekan lalu. Prioritas pengerukan dan pembersihan gulma berada di sisi timur dekat Wantilan Pura Ulun Danu hingga tanggul pintu air. Di lokasi ini memang terjadi pendangkalan yang cukup parah hingga memunculkan gundukan tanah.

Sementara itu, warga setempat yang juga sehari-hari sering melakukan penangkapan ikan di danau Buyan mengaku kondisi Danau Buyan memang sangat menganggu aktifitas nelayan danau. Gulma tersebut kadang berputar terbawa arah angin dan menganggu jaring ikan.

Seperti diketahui Danau Buyan merupakan salah satu dari empat danau di Bali yang menjadi sumber mata air bagi Bali. Danau ini mapu menghasilkan sebanyak 400 juta kubik. Selain sebagai sumber air, Danau buyan juga sebagai tempat mata pencaharian warga sekitarnya. |NP|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts