Fragmen Tari Goak Ingatkan Semangat Panji Sakti

Singaraja, koranbuleleng.com| Tarian fragmen Taruna Goak memeriahkan puncak peringatan HUT Kota Singaraja ke-414. Fragmen tari ini dipentaskan oleh siswa SMP Negeri 1 Sukasada saat saat apel peringatan di Taman Kota Singaraja, Jumat 30 Maret 2018.

Pementasan ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang cikal bakal kelahiran Kota Singaraja yang didirikan oleh Anglurah Ki Barak Panji Sakti bersama pasukannya Taruna Goak.

- Advertisement -

Pementasan dibawakan oleh oleh 100 siswa.  Cerita dalam fragmen mengisahkan tentang Anglurah Ki Barak Panji Sakti yang menemui Taruna Goak untuk bermain megoak-goakan, sebelum menyerang Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.

Putu Yudi Dharmawan, Guru Pembina SMP Negeri 1 Sukasada menjelaskan pementasan fragmen tari Taruna Goak dalam puncak peringatan HUT Kota Singaraja ke-414 menjadi kebanggaan sendiri bagi para penari. Persiapan dilakukan cukup lama, karena tarian ini juga smepat dipentaskan secara kolosal dalam Gelar Seni Budaya di Kecamatan Sukasada.

Awalnya, persiapan memang sangat rumit karena kebanyakan penri adalah siswa-siswa yang belum mendalami tentang tarian, atau masih sangat awam. Pelajaran menari hanya didapatkan saat siswa menjalani ekstrakurikuler bidang seni, selebihnya diluar itu banyak siswa yang tidak mengikuti latihan-latihan menari secara resmi di sanggar atau kelompok seni.

“Kita ditunjuk pada Januari, tapi latihannya baru mulai Pebruari. Ya cukup sulit juga karena memang anak-anak masih awam tentang kesenian, karena selama ini mereka mendapat pelajaran kesenian saat Ekstrakurikuler saja. Tapi karena kami bersemangat, ya kami bisa tampil maksimal,” Ujarnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Apel Puncak Peringatan HUT Kota SIngaraja ke-414 di Taman Kota SIngaraja itu dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Sementara bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Kapten Infantri Ratno edy Putra dari Yonif Raider 900/SBW.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agus Suradnyana kembali mengingatkan bahwa keberhasilan Pembangunan di Kabupaten Buleleng merupakan tugas dan tanggung jawab semua komponen, baik itu Pemerintah Kabupaten dan juga Masyarakat Buleleng. Hal itupun sudah tertuang dalam Tema HUT Kota SIngaraja tahun ini yakni “Satu Hati, Satu Pikiran, Satu Kata Bersama membangun Buleleng.

Menurutnya, dalam tema itu harus ada kesamaan tentang cara pandang untuk membangun Buleleng. Pun demikian, Pemkab Buleleng juga memerlukan masukan-masukan dari komponen masyarakat, dalam hal pembangunan, sehingga arah pembangunan sesuai dengan potensi daerah.

“Artinya adalah membangun bersama komponen masyarakat. Ada kesamaan cara pandang untuk membangun buleleng. Tentu dengan masukan konstruktif, kemudian kita akan berupaya memetakan dengan baik seluruh potensi yang ada d Buleleng,” Jelasnya.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, sesuai dengan visi misinya, untuk focus pembangunan di periode kedua Ia memimpin Buleleng akan lebih terfokus pada bidang pertanian. Mengingat, sekitar 22,28 persen Masyarakat Buleleng masih bergantung pada pertanian.

Walaupun demikian, Ia masih akan tetap memperhatian sector lain, khususnya iklim investasi di Kabupaten Buleleng. Dijelaskan, iklim investasi di Buleleng saat ini masih sangat bertumpu pada pendukung seperti aksesibilitas. Hanya saja, karena aksesibilitas ini memerlukan belanja modal yang sangat besar, sehingga pelaksanaan pembangunannya harus dilaksanakan secara hirarki structural bersama dengan Pemprov Bali, dan juga Pemerintah Pusat.

“Kalau aksesibilitas seperti shortcut, Bandara sudah ada, saya yakin Buleleng diatas angin.  Investasinya bagus, potensi daerahnya okay, dan sector pertaniannya mendukung. Disamping masyarakatnya sangat legaliter, dan sangat merakyat semuanya,” tegasnya. |RM|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts