BEE Gambarkan Potensi dan Prestasi Pendidikan Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.comĀ | Buleleng Education Expo (BEE) kembali digelar untuk ketiga kalinya di Gedung Kesenian Gede Manik, Singaraja. Agenda tahunan ini dgelar untuk mengumpulkan dan menggali potensi, prestasi pendidikan yang ada di Buleleng. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng, I Nyoma Sutjidra, Minggu 10 Juni 2018 dan akan berlangsung hingga 14 juni 2018.

BEE tahun ini diramaikan oleh dengan 51 stan [ameran pendidikan, 51 agenda pentas seni dan budaya serta 30 lomba akademik dan non akademik untuk menunjang kualitas pendidikan di Buleleng.

- Advertisement -

BEE diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai tingkatan, SD dan SMP, serta SMA/SMK, perguruan tinggi, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta pendidikan non formal termasuk PAUD.

ā€œDengan jumlah stan dan lomba yang jumlahnya puluhan tersebut, BEE menggali potensi-potensi yang ada dalam dunia pendidikan di Buleleng,ā€ jelas Gede Suyasa, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng.

Seiring dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang lebih menekankan pendidikan dari segi karakter, maka kegiatan-kegiatan BEE III tahun 2018 merupakan implementasi dari pendidikan karakter sesuai dengan Kurikulum 2013 tersebut.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan juga dikaitkan dengan kecintaan para siswa kepada kearifan lokal yang ada di daerah di samping juga para siswatidak ditinggal oleh kemajuan jaman serti jaman digitalisasi dan globalisasi. Kegiatan itu sesuai dengan tema BEE tahun 2018 ā€œBerpikir Global, Berprilaku Lokalā€.

- Advertisement -

ā€œKita tekankan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap kearifan lokal dan tidak ditinggalkan oleh kemajuan jaman,ā€ ungkap Suyasa.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan dengan adanya BEE ini para siswa, orang tua dan juga pendidik bisa membandingkan apa yang sudah dilakukan di sekolahnya masing-masing.

Dalam BEE ini juga bisa menjadi inspirasi bagi para kepala sekolah untuk menghadirkan yang terbaik dalam expo ini. Wabup Sutjidra juga mengatakan agar BEE ini berkesinambungan dan jadi even tahunan di Kabupaten Buleleng.

ā€œBEE ini bisa menjadi ajang saling bertukar pikiran, perbandingan apa yang sudah dilakukan di masing-masing sekolah. Saya harap juga BEE ini berkesinambungan dan menjadi ajang tahunan,ā€ ujarnya.

Disinggung mengenai regulasi kewenangan SMA/SMK yang sudah beralih ke pemerintah provinsi, wakil bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini menambahkan memang menjadi sebuah permasalahan tersendiri dalam ajang BEE kali ini.

Tetapi, pada BEE tahun 2018 ini, SMA/SMK juga dilibatkan dalam pengisian stan yang dikoordinir oleh UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Buleleng. Tahun ini, dalam BEE SMA/SMK juga bisa menampilkan kegiatan-kegiatan akademik maupun non-akademik.

ā€œTahun ini kita libatkan SMA/SMK melalui koordinasi UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Buleleng. Dengan begitu mereka bisa menampilkan apa yang sudah dilakukan di sekolahnya,ā€ pungkas Sutjidra. |NP/R|

 

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts