Donor Darah Bagian dari Yadnya

Singaraja, koranbuleleng.com | Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng memberikan penghargaan kepada pendonor darah yang telah melakukan donor darah sebanyak 50 kali. Melakukan donor darah sebanyak itu, tidaklah mudah dilakukan. Donor darah harus dilaksanakan secara rutin dan dalam kondisi tubuh yang sehat serta iklas melakukannya.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna bahkan menyebut donor darah ini bagian dari sebuah yadnya. Yadnya, kata Supriatna dalam ajaran hindu sebagai sebuah pengorbanan yang tulus iklas untuk sesama.

- Advertisement -

Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Gusti Nyoman Mahapramana memberikan penghargaan kepada relawan di Kator Bupati Buleleng, Kamis 26 Desember 2019.  Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah dan PMI kepada relawan yang sudah tulus melkaukan dnor darah untuk kepentingan kemanusiaan.   

Menurt Supriatna, tanpa penghargaan pun sebenarnya bukan sebuah permasalahan, melainkan ini sebagai tanggung jawab sebagai sesama manusia untuk saling tolong menolong. 

“Meskipun penghargaan yang diberikan tidak berwujud materi, saya melihat ketulusan terpancar dari wajah para pendonor. Inilah yang kita yakini sebagai yadnya yang tulus iklas,” tuturnya.

Dia juga sangat mengapresiasi PMI yang sudah memberikan penghargaan kepada pendonor.  “Tak lupa saya apresiasi juga kepada PMI Buleleng yang telah melaksanakan program ini, karena penghargaan ini adalah bentuk ungkapan terimakasih pemerintah dan masyarakat Buleleng kepada para pendonor,” ungkap Ketua DPRD Buleleng.

- Advertisement -

“Saya akan mendukung penghargaan ini, kedepan bisa dipacu lagi dan diberi penghargaan  lebih kepada para relawan tersebut,” tambah pria yang diakrab dengan panggilan Supit.

Sementara itu, dalam pidato Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Gusti Nyoman Mahapramana menjelaskan bahwasannya untuk mendukung kegiatan donor darah ini tidak saja melalui HUT, namun secara rutin dapat dilakukan 75 hari sekali. “Sehingga stock darah pada PMI Buleleng memadai dan masyarakat yang membutuhkan tidak lagi dibebani untuk mencari darah pengganti,” terangnya.

Sebagian besar telah mengetahui, untuk saat ini belum ada pabrik darah, dan darah hanya ada tersimpan pada tubuh manusia. Maka, dari pada itu Gusti mengajak kepada masyarakat untuk mendonorkan darahnya selagi masih sehat. “Ingat, setetes darah akan membawa kehidupan bagi yang membutuhkan,” tamba Gusti Nyoman Mahapramana.

Ditempat yang sama, Sekretaris PMI Buleleng, Gede Sandiasa juga sangat mengapresiasi terhadap keikhlasan para pendonor darah tersebut. Piagam penghargaan dan pin yang diberikan ini sebagai pemacu bagi para pendonor lain untuk tidak ragu mendonorkan darahnya.

“Melalui pengalaman para pendonor juga diharapkan dapat menyebarluaskan manfaat dari donor darah tersebut, yang mampu membuat diri bahagia karena dapat membantu sesama,” ujar Gede.

Jangan ragu untuk terus mendonorkan darah, karena menolong sesama adalah hal yang mulia. “Menjadi pendonor adalah terhormat , karena bisa menyelamatkan nyawa orang yang membutuhkan,” pungkas Gede Sandiasa. |ET|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts