Satu Pasien Terkonfirmasi Positif COVID 19, Empat Pasien Dirujuk ke Denpasar

Singaraja, koranbuleleng.com| Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Buleleng, kembali mencatat satu orang pasien terkonfirmasi positif COVID 19. Disisi lain, Tim Medis Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan merujuk empat pasien terkonfirmasi positif ke Denpasar.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Buleleng sekaligus Sekda Buleleng Gede Suyasa kepada wartawan melalui teleconference menjelaskan, pasien baru terkonfirmasi positif COVID 19 diidentifikasi dengan kode Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54. Pasien ini disebutkan berasal dari wilayah di Kecamatan Sawan.

- Advertisement -

Disisi lain, Tim Medis memutuskan untuk merujuk empat pasien terkonfirmasi positif COVID 19. Satu pasien dirujuk ke RS Sanglah, dan tiga pasien lainnya dirujuk ke Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali. Empat pasien yang dirujuk tersebut masing-masing PDP 32, PDP 46, PDP 51, dan PDP 53.

PDP 32 merupakan pedagang pasar Bondalem, PDP 46 yang juga warga Desa Bondalem, PDP 51 warga asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt dan PDP 53 PMI asal Penuktukan Kecamatan Tejakula Buleleng.

“Mereka dirujuk didasarkan atas kesediaan pasien dan kondisi yang dihadapi pasien bersangkutan, supaya bisa mendapatkan satu perawatan medis yang bersifat lebih intens,” jelasnya.

Disisi lain, masyarakat di Buleleng khususnya di Kecamatan Seririt beredar tentang adanya informasi belasan hasil rapid test warga yang berkotak erat dengan PDP 51 asal Desa Lokapaksa yang hasil-nya reaktif. Bahkan PDP 51 yang disebut-sebut sebagai salah satu pegawai instansi pemerintah kecamatan itu juga semakin membuat masyarakat Seririt was-was.

- Advertisement -

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Suyasa saat dikonfirmasi menegaskan ada 31 orang yang dari hasil tracing berkontak erat dengan PDP 51 sudah menjalani rapid tes. Belasan diantaranya yang hasil rapid test reaktif langsung diambil swab dan saat ini masih menunggu hasil.

“Isu terkait kondisi di Seririt masih dalam bentuk rapid test yang reaktif, semua yang rapid sudah dilakukan swab di RS Giri Emas, kami masih menunggu hasilnya. 31 orang itu memang hasil dari tracing tim surveillance kami pada PDP 51,” ujar Suyasa.

Selain itu, ada pula informasi tentang meninggalnya seorang pasien di RSUD Kabupaten Buleleng dengan gejala mirip dengan COVID 19. Suyasa menyebut jika memang benar ada pasien yang sudah berusia lanjut menjalani perawatan di RSUD Buleleng setelah dirujuk oleh salah satu Rumah Sakit Swasta di Buleleng.

Berdasarkan laporan dari Dirut RSUD Buleleng, pasien yang dimaksud berasal dari wilayah Kecamatan Seririt. Pasien tersebut sempat dirawat tak lebih dari satu hari di RSUD Buleleng. Secara medis, kondisinya memang memiliki penyakit bawaan dalam kurun wkatu lama dengan gangguan di paru-paru. Namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Buleleng tak dapat memastikan apakah pasien yang bersangkutan positif COVID 19 atau tidak.

Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, Tim Medis disebut-sebut telah melakukan pemeriksaan dengan rapid test terhadap pasien tersebut dan hasilnya reactiv. Sehingga diputuskan untuk dilakukan pemeriksaan swab. Bahkan sampai dengan saat ini kabarnya, jenazah pasien tersebut masih dititipkan di Ruang Jenazah RSUD Buleleng untuk menunggu hasil pemeriksaan swab.

“Saat dirawat umurnya sudah mendekati 90 tahun dan telah menderita penyakit paru yang sudah berlangsung lama, sehingga ditemukan pneumonia. Setelah di dalami tidak pernah keluar rumah juga, sehingga kami tidak temukan ada kontak. Untuk mengantisipasi karena ada gejala, dilakukan swab supaya meyakinkan,” kata Suyasa. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts