More

    Desa Sayan Kembangkan Program Tukar Sampah Dengan Beras untuk Bantu Warga

    Keramaian warga dan anak-anak di Desa Sayan, Gianyar menuju bank sampah untuk menukar sampah plastik dengan beras |FOTO : Istimewa|

    Gianyar,  koranbuleleng.com |  Desa Sayan Kecamatan Ubud, Gianyar mengembangkan program tukar sampah dengan beras. Sampah yang harus ditukar merupakan sampah plastik. Program ini sebagai upaya desa untuk membantu warga desa yang terdampak pandemi  COVID 19. Program dengan jargon  “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras” diilhami dari filosofi Among Krisma Kerti bersumber dari Kosmologi Hindu yakni “Sad Kerti”.  Nilai ajaran ini diyakini oleh masyarakat Bali sebagai upaya untuk menjaga hubungan kesucian dan keseimbangan alam semesta beserta isinya.

    “Among Krisma Kerti memiliki makna sebuah upaya untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian rumah kita sendiri. Rumah dalam konteks ini dapat dimaknai sebagai habitat tempat tinggal kita yakni Desa Sayan. Menjaga keseimbangan tempat kita tinggal tidak hanya cukup dengan prinsip keadilan sosial yakni memastikan masyarakat tercukupi kebutuhan pokok hidupnya seperti makanan,” kata Perbekel Desa Sayan I Made Andika, Kamis 4 Juni 2020. 

    Menurut Andika, wabah COVID 19 telah memukul sektor pariwisata sebagai sektor ekonomi utama bagi masyarakat Bali. Banyak pekerja non – formal dari sektor pariwisata yang saat ini sangat terpuruk kehidupannya. Kondisi ini juga terjadi di Desa Sayan yang merupakan sebuah kawasan pariwisata yang sudah mendunia.

    Selain kehilangan sumber mata pencahrian, himbauan #stayathome dan sejenisnya juga semakin menyulitkan ruang gerak masyarakat untuk mencari penghasilan bertahan hidup. Meski sudah ada bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah, tapi belum benar – benar dapat mengatasi masalah. Maka dari itu, saat ini beras menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat desa untuk bisa bertahan hidup.

    Andika mengungkapkan wabah Virus Corona sejatinya tidak hanya terkait tentang persoalan sosial, tapi juga lingkungan. Desa Sayan sebagai sebuah kawasan pariwisata, diperkirakan menghasilkan sampah sekitar 6 – 10 ton per hari yang berasal dari aktivitas masyarakat dan pariwisata.

    Merespon masalah ini, di desa Sayan sudah terdapat empat Bank Sampah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Banjar. Empat bank sampah ini bernama Bank Sampah Kaswari (Banjar Penestanan Kelod), Bank Sampah Penestanan Asri (Banjar Penestanan Kaja), Bank Sampah Kedassih (Banjar Pande), dan Bank Sampah Luwu Mas (Banjar Mas).

    “Atas inisiasi Bank Sampah yang didukung pihak banjar, desa dinas-adat , anak muda desa, pelaku usaha pariwisata dan pihak lainnya lahirlah program “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras”. Sebuah kegiatan sosial berbagi sambil mengedukasi. Program ini tidak hanya merealisasian keadilan sosial namun juga keadilan alam menuju kehidupan yang berkelanjutan” papar pria yang merupakan perbekel termuda di Gianyar tersebut.

    Kegiatan warga menukar sampah plastik dengan beras di Bank Sampah

    Kegiatan sosial berbagi sambil mengedukasi ditengah wabah COVID 19 ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa agar tetap bisa makan dan bertahan hidup ditengah krisis ekonomi dan kesehatan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik bagi kehidupan manusia. Tujuan lainnya yaitu menyadarkan masyarakat untuk tetap membiasakan perilaku peduli lingkungan, serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang nilai tambah sampah plastik bagi perekenomian mereka.

    “Acara ini akan berlangsung selama 4 hari di empat Bank Sampah pada masing – masing banjar, dimulai tanggal 6 – 9 Juni 2020, Pukul 10.00 Wita sampai selesai. Sistem yang akan digunakan agar sampah plastik bisa ditukar dengan beras adalah sistem Total Poin yang dikonversi menjadi beras dalam satuan Kg” jelas pria yang akrab dipanggil Deco.

    Andika menyampaikan Program “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras” ini dapat diwujudkan melalui sistem donasi dari sejumlah pihak yang peduli pada penyelamatan lingkungan dan aksi sosial kemanusiaan. Donasi berupa uang tunai atau langsung berbentuk Beras yang diberikan kepada pihak panitia. Program ini membutuhkan setidaknya 2 ton Beras yang nanti akan ditukarkan dengan sampah plastik.

    Dalam penyelenggaraan acara ini, pihak panitia telah mempersiapkan prosedur pengaturan secara ketat dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan sesuai himbauan yang disarankan pemerintah yaitu wajib masker, mencuci tangan, jaga jarak 2 meter, penyemprotan disinfektan pada area publik. Pencegahan kerumunan dilakukan dengan cara memberikan jadwal jam yang berbeda dan membagi nasabah Bank Sampah ke dalam beberapa kelompok. |R/NP|

    Berita Terpopuler

    Desa dengan Anggaran Terbatas Diperkenankan Tidak Realisasikan BLT

    Kepala Dinas PMD Buleleng, Made Subur |FOTO : Arsip koranbuleleng.com | Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Desa diperkenankan merealisasikan Bantuan Langsung...

    Kapolres Buleleng Dilaporkan ke Komnas HAM, Kompolnas dan Kapolri

    Surat dari Tim hukum Berdikari Law Office melayangkan pengaduan untuk kepaolres Buleleng ke Komnas HAM, Kompolnas dan Kapolri |FOTO : Istimewa|

    Pangdam Udayana Pastikan TNI Siap Sambut New Normal

    Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara |FOTO ; Edi Toro| Singaraja, koranbuleleng.com |Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana, Mayor Jenderal...

    Potensi Pasar Cabai Tinggi, Harus Mulai Dikelola Secara Organik

    Gede Komang |FOTO : Putu Nova A.Putra| Singaraja, koranbuleleng.com | Sekitar setengah hektar lahan di Desa Panji Anom,...

    Related articles