Rusma Ari Shanti : Menjawab Tantangan Sekolah Pariwisata di Tengah Pandemi

Direktur Utama Indonesia Tourism school (ITS) Komang Rusma Ari Santhi |FOTO : Dok.Pribadi|

Singaraja, koranbuleleng.com | Pandemi COVID-19 telah mengubah dunia pariwisata, termasuk terhadap sektor pendidikan pariwisata. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Dibutuhkan strategi dan terobosan baru untuk menyesuaikan adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata.  

- Advertisement -

Direktur Utama Indonesia Tourism school (ITS) Komang Rusma Ari Santhi mengaku sebagai tenaga pendidik dibidang pariwisata,  pembelajaran tatap muka diakuinya sangat penting dilakukan untuk melakukan interaksi dalam pelatihan di bidang pariwisata. Hanya saja di masa pandemi saat ini, pembelajaran tatap muka belum bisa terlaksana.

Oleh karena itu, Ari Santhi berinisiatif menggelar pelatihan dengan mahasiswanya, namun peserta pelatihan berjumlah terbatas  dan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Pelatihan tentu dengan penerapan protokol kesehatan,   dulunya satu kelas bisa mencapai 30 siswa tetapi sekarang hanya  setengahnya,” jelasnya.

Ari Santhi tetap mendorong mahasiswa yang mengambil jurusan pariwisata untuk tetap optimis.   Justru ini saat yang tepat untuk menyiapkan sumber daya manusia dan meningkatkan kompetensi untuk dapat bersaing di dunia kerja.

- Advertisement -

“Ketika berwisata kembali dibuka kita sudah punya kemampuan yang baik. Tidak hanya bersaing dengan rekan seangkatannya tetapi juga bersaing dengan senior yang telah memiliki banyak pengalaman,” ungkapnya

Ari Santhi mengakui, mahasiswa lulusannya sebagian besar memang akan mencari pekerjaan ke hotel, restoran maupun kapal pesiar. Hanya saja di kondisi seperti sekarang ini harus bisa berinovasi menyesuaikan kondisi  bagaimana lulusannya tetap diserap dunia kerja.

“Kita merancang jurusan medical tourism untuk menyiapkan tenaga perawat bagi wisatawan-wisatawan asing yang telah lama tinggal di Indonesia. Ketika Pandemi banyak WNA yang telah lama di Bali dan ketika sakit tidak ada yang merawat sehingga inilah yang kami siapkan ke depan,” imbuhnya

Kedepan, pihaknya akan terus berupaya melahirkan program-program sebagai alternatif lulusan untuk mencari peluang pekerjaan. Dengan memasukkan pendidikan karakter sehingga diharapkan memiliki karakter yang kuat dalam berbagai situasi.

“Lulusan jangan hanya terpaku pada sektor pariwisata baik itu perhotelan, restoran maupun kapal pesiar. “Apapun yang terjadi situasinya, lulusan sudah harus memiliki skill yang lain” harapanku. |ET|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts