More

    DLH Dorong Masyarakat Budidaya Maggot

    Penebaran maggot untuk pakan ternak ikan dan lele ||Foto : Edy Nurdiantoro|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng mendorong masyarakkat bisa membudidayakan maggot untuk mengurai sampah organik. Selain mengurangi sampah organik, manggot bisa menjadi alteriatif makanan ternak, hal ini diyakini menjadi salah satu solusi penanganan sampah dari sumbernya langsung.  

    Di Buleleng, sejumlah desa tercatat sudah ada yang mulai mengembangkan maggot, seperti di Desa Panji, Desa Tukadmungga, dan Desa Dencarik. Yang terbaru adalah Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.

    Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, upaya pengurangan sampah organik melalui budidaya maggot akan terus diperkenalkan kepada masyarakat. Pihaknya menargetkan setiap desa di Buleleng memiliki setidaknya satu lokasi budidaya maggot.

    “Harapannya ini memiliki nilai ekonomi dan masyarakat mau mengolah sampah menjadi bernilai guna,” harapnya.

    DLH Buleleng mulai mencoba budidaya maggot di Buleleng Recycle Plaza (BRP) sejak Juli 2020 lalu. Kedepan pihaknya juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan budidaya maggot di Buleleng Recycle Plaza selama dua minggu kepada masyarakat yang tertarik.  

    “Jadi kita dorong untuk membuat eco enzym atau budidaya maggot. Pilihan itu tergantung mana yang dibutuhkan. Harapannya semua produk memiliki nilai ekonomi dan masyarakat mau mengolah sampah menjadi bernilai guna,” pungkasnya

    Maggot sendiri merupakan larva lalat yang diperoleh dari proses biokonversi, yaitu hasil fermentasi sampah-sampah organik menjadi sumber energi metan yang melibatkan organisme hidup. Selain dapat mengurangi sampah organik, maggot juga bisa menjadi pakan berprotein tinggi untuk ternak seperti ikan dan unggas.|ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles