Singaraja,koranbuleleng.com| Suasana tenang di Gang Srirama, Banjar Dinas Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, geger setelah warga menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Korban diketahui bernama Nengah Artini (59). Perempuan tersebut ditemukan tidak bernyawa setelah warga dan kerabatnya mencurigai kondisi rumah yang tertutup rapat disertai aroma tidak sedap yang tercium dari dalam bangunan.
Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 13.00 Wita. Awalnya, seorang kerabat korban bernama Ketut Budiana, berencana menjemput Nengah Artini untuk melakukan aktivitas bersama. Namun upaya menghubungi korban tidak membuahkan hasil sehingga menimbulkan rasa curiga.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika muncul bau menyengat dari sekitar rumah korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala dusun setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada aparat kepolisian.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, menerima laporan tersebut, jajaran Polres Buleleng bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) dan tenaga kesehatan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta olah tempat kejadian perkara.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas bersama tim Inafis Polres Buleleng dan tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap korban,” ujar Yohana, Jumat, 5 Juni 2026.
Pemeriksaan awal yang dilakukan petugas tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil tersebut kemudian diperkuat oleh keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit cukup lama.
Dari keterangan keluarga, Nengah Artini diketahui memiliki riwayat penyakit jantung serta gangguan pernapasan yang telah lama dideritanya. Kondisi kesehatan tersebut juga membuat korban beberapa kali menjalani perawatan medis di rumah sakit.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung dan gangguan pernapasan yang sudah cukup lama diderita. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban kerap menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar bagi petugas dalam melakukan analisis awal terhadap penyebab meninggalnya korban, di samping hasil pemeriksaan fisik di lokasi kejadian.
Setelah dilakukan koordinasi antara petugas dan pihak keluarga, keluarga korban memutuskan untuk tidak memberikan izin pelaksanaan autopsi. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.
Yohana berharap, masyarakat segera melaporkan jika menemukan kondisi mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Apabila menemukan situasi yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada aparat desa maupun kepolisian terdekat,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

