More

    PPKM Berbasis Mikro Bukan Lockdown

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyampaikan matersi sosialisasi PPKM bagi tokoh masyarakat, kepala desa dan tokoh adat di Kecamatan Sukasada.

    Singaraja, koranbuleleng.com | Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana meyakinkan masyarakat Buleleng bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan bukan lockdown. Transaksi ekonomi masih bisa berjalan dan tidak semua kegiatan masyarakat dilarang namun hanya ada pembatasan.

    Pembatasan mikro ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 3 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng Nomor 304/Cvd19/II/2021. 

    Agus Suradnyana mengatakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng sudah menerapkan hal itu di beberapa desa. Penerapan ini dirasa cukup efektif, tanpa harus mengurangi sisi-sisi ekonomi. Sehingga ditekankan bahwa PPKM berbeda dengan lockdown dimana masyarakat tidak bisa berkegiatan secara menyeluruh. Penerapan ini hanya membatasi beberapa kegiatan yang disinyalir rentan terjadinya penularan COVID-19.

    Memang di Buleleng, bersama dengan Klungkung dan Karangasem tidak masuk dalam kategori yang tertuang dalam Inmendagri maupun SE Gubernur. Dilihat dari survei, persentase pemakaian masker di Buleleng sudah mencapai 70 persen.

    “Masyarakat kita sudah tertib. Tapi sekecil apapun resiko penularannya, kita harus tetap berupaya memotong penularan virus ini,” ujar Agus Suradnyana saat sosialisasi PPKM di Kecamatan Sukasada, Rabu 10 Pebruari 2021.

    Disini ditegaskan, kata Agus, Desa Dinas dan Desa Adat diminta untuk bersinergi menyamakan persepsi dalam peran penanganan COVID-19. Desa Adat juga diminta untuk mengaktifkan kembali Satgas Gotong Royong agar penerapan PPKM berbasis Mikro ini berjalan dengan efektif.  

    Peran Kepala Desa sangat dibutuhkan saat ini. Diharapkan mampu melakukan pendekatan kepada warganya agar tertib menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi ini.

    “Cara menyampaikan sederhana, berikan edukasi kepada warga desanya, dengan cara yang sopan dan halus. Kalau diajak bicara baik-baik saya yakin mereka mau mendengarkan. Dalam situasi seperti sekarang ini tolong jangan pakai cara kasar,” imbuh Agus Suradnyana.

    Dengan adanya vaksin, lanjut Agus Suradnyana, justru prokes harus lebih ditingkatkan agar tidak terjadi penyebaran lagi. Sehingga proses vaksinasi kepada seluruh masyarakat Bali diharapkan bisa segera tuntas tahun depan. 

    “Jangan baru ada vaksin kita malah lalai, justru penerapan prokes diketatkan lagi sehingga proses vaksinasi bisa berjalan lancar,” pungkasnya. |NP|

    Berita Terpopuler

    Related articles