More

    Suwindia Bertekad Jadikan STAH Mpu Kuturan Pusat Kajian Kerukunan dan Solusi Konflik

    Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A |FOTO : Istimewa|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Dia resmi dilantik menakhodai STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, 23 Juli 2020 lalu.  Menteri Agama RI, kala itu, Fachrul Razi melantik Dr. I Gede Suwindia, S.Ag.,MA sebagai Ketua STAH Mpu Kuturan berdasarkan SK Menteri Agama RI No 019010/B.II/3/2020 tertanggal 20 Juli 2020.  

    Pria kelahiran Karangasem, 29 Nopember 1976, tergolong pejabat yang masih sangat muda untuk memimpin sebuah perguruan tinggi.  45 tahun di bulan Nopember tahun ini. Namun, Suwindia punya pemikiran dan cita-cita besar dari STAH Negeri Mpu Kuturan.

    Pria lulusan S2 Center for Religious and Cros Cultural Studies, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta berkeinginan STAH Negeri Mpu Kuturan nantinya mempunyai pusat studi kerukunan dan solusi konflik. Cita-cita besar itu, sebenarnya sejalan dengan nama yang disandang STAH Negeri Mpu Kuturan.

    Mpu Kuturan adalah nama besar, seorang Mpu  yang merubah wajah peradaban Bali kuno karena mampu menyatukan berbagai sekte di Bali, dan menenggelamkan berbagai konflik yang ada.

    Pemikiran untuk menjadikan STAH Negeri Mpu Kuturan menjadikan pusat studi kerukunan dan solusi konflik juga tidak sembarangan. Karena di era sekarang, Bali juga sebenarnya sedang menyimpan sebuah konflik yang tersembunyi atau hidden conflict, yang sewaktu-waktu bisa saja menjadi bara yang panas.  

    Secara akademis memandang, kata Suwindia, hidden conflict ini adalah konflik yang sudah ada sejak lama tetapi berpotensi menjadi bara besar suatu ketika. Konflik harus ditengahi dengan berbagai kajian akademis sehingga berkembang menjadi kerukunan.

    Kata Suwinida, saat ini rencana itu sudah dijajagi dengan membuka pintu kerjasama dengan lembaga lain, termasuk Universitas Gajah Mada.  Kebetulan,  Suwindia yang juga lulusan Indonesian Concortium for Religious Studies, Universitas Gajah Mada  yakni studi gabungan dari semua agama dan hostingnya di Universitas Gajah Mada. Disitu ada pusat-pusat kajian.

    “Tahap awal, temen-temen akan kita cangkokkan dulu. Bisa dengan online di kelas mereka, nanti setelah itu barulah kita buat pusat kajian ini,” terang Suwindia, beberapa hari lalu.

    Pusat-pusat kajian itu akan membuat program seperti talkshow bekerjasama dengan media massa tentang kerukunan dan solusi konflik, penelitian atau pengkajian, serta program kemasyarakatan yang mendukung terwujudnya kerukunan.

    “Saya tidak ingin ada lagi kasus 65 atau 66, sesungguhnya itu korbannya bukan elit tetapi masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa,” terangnya.

    Selain dirinya yang sudah bergerak dalam berbagai kegiatan program kajian kerukunan dan bergabung dengan pusat-pusat kajian lain, beberapa dosen di STAH Negeri Mpu Kuturan juga sudah ada yang berkecimpung dalam kegiatan yang sama.

    Suwindia mengingatkan, permasalahan konflik seperti konflik agama yang muncul tidak murni latarbelakangya adalah dipicu oleh faktor agama, tetapi selalu ada faktor lain. Entah faktor ekonomi, ada politik dan kasus lainnya. Konflik-konflik seperti ini harus dicegah dengan berbagai pendekatan akademisnya.

    Semua pemikiran itu, kata Mantan Ketua KMHDI ini terkait dengan pemikiran untuk menjadikan STAH Negeri Mpu Kuturan sebagai perguruan tinggi hindu yang melayani masyarakat dan menjadikan masyarakat hindu berkualitas.

    Untuk menunjangnya, STAH Negeri Mpu Kuturan juga akan menargetkan untuk meninggikan status menjadi Institut. Sehingga STAH Negeri Mpu Kuturan akan memperluas pembukaan program studi pasca sarjana. Kedepan, STAH Negeri Mpu Kuturan sudah bersiap untuk membuka pasca sarjana Magister ilmu Komunikasi dan Magister Ekonomi.  (*)

    Biodata

    Nama                                      : Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A

    NIP/NIDN                                 : 19761129 200112 1 002/ 2429117601

    Tempat/TanggalLahir            : Karangasem, 29 Nopember 1976

    Agama                                     : Hindu

    Unit Kerja                                : Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan, Singaraja

    Alamat                                    : Jalan TunjungTutur II, Peguyangan Kaja, Denpasar

    RiwayatPendidikan                 :

    • S1 STAH Negeri Denpasar (Tahun 2000)
    • S2 Prodi Center for Religious and Cros Cultural Studies Universitas Gajah Mada (Tahun 2005)
    • S3 Prodi Indonesian Concortium for Religious Studies Universitas Gajah Mada (Tahun 2012)

    Pengalaman Jabatan              :

    • Ketua KMHDI (Periode 1998-2001)
    • Sekprodi Magister Pendidikan Pascasarjana IHDN
    • Kaprodi Magister Pendidikan Pascasarjana IHDN
    • Asisten Direktur Pascasarjana IHDN
    • Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IHDN Denpasar
    • Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja (2020-2024)

    (sumber biodata : Rektorat STAH Negeri Mpu Kuturan)

    Pewarta : I Putu Nova A.Putra

    Berita Terpopuler

    Urban Farming Panen Perdana Sayur Mayur

    Panen perdana sayur mayur di lokasi urban farming Desa Baktiseraga |FOTO : Edy Nurdiantoro| Singaraja, koranbuleleng.com | Masyarakat...

    5 Pejabat Eselon II Isi Jabatan Baru

    Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat baru organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng |FOTO : Istimewa| Singaraja,...

    Polisi Tetapkan Ketua BUMDes Tirtasari Tersangka Korupsi

    Tersangka kasus korupsi Gede Sukaraga usai pemeriksaan oleh penyidik Tipikor Reskrim Polres Buleleng |FOTO : Yoga Sariada| Singaraja,...

    PAS Minta HIPMI Profesional dan Berkontribusi dalam Pembangunan

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra bersama pengurus BPC HIPMI Buleleng |FOTO : Istimewa|

    Related articles