More

    Gatep Lawas, Penanda di Masa Lalu kini Jadi Obyek Wisata Pedesaan

    Obyek wisata Gatep Lawas di Desa Ambengan, Sukasada |FOTO : Yoga Sariada|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Sebuah pohon terlihat sudah berusia tua, diperkirakan mencapai ratusan tahun masih tegak berdiri diantara rindangnya pepohonan hutan di Dusun Pebantenan, Dess Ambengan, Kecamatan Sukasada.  Batangnya masih kokoh, tampak subur tanaman parasit diantara batang dan ranting yang menjulang ke segala arah. Warga setempat mengena pohon tersebut sebagai pohon kunyitan.

    Lokasi ini lah dinamakan Gatep Lawas. Dahulu, di kawasan ini tumbuh banyak pohon Gatep.

    Menurut penuturan sejumlah warga, dilokasi pohon tersebut dulunya banyak tumbuh pohon gatep. Lokasi ini di jaman dulu adalah penanda berkumpul bagi para petani di masa lalu. Dulu, ketika anggota subak di Desa Ambengan berkumpul untuk membicarakan masalah pertanian dan perkebunan di wilayah subak mereka, maka lokasi inilah menjadi titik lokasi kumpul.

    Bahkan, penanda ini masih melekat sampai kini bagi masyarakat setempat hingga kini menjadi titik pariwisata pedesaan di Desa Ambengan yang dinamakan obyek wisata Gatep Lawas.

    Panorama alam bercirikan jajar perbukitan hijau. Itu adalah kawasan hutan yang masih alami sampai kini. Aliran sungai juga masih jernih dengan debit air yang cukup besar. Kondisi alami ini  dengan ragam keindahan itu, menjadi obyek wisata pedesaan di Desa Ambengan. Vegetasi hutan yang masih beragam menjadi satu potensi dan kelebihan bagi desa Ambengan.

    Selain untuk menjaga kualitas udara, hutan menjadi penyambung hidup bagi warga setempat. Hutan memiliki fungsi untuk penyumbang Oksigen (O2) dan penyerap Karbon dioksida (CO2), sebagai habitat bagi Flora dan Fauna, penyimpan cadangan air tanah.

    Menjaga kelestarian hutan merupakan kewajiban semua lapisan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah mendorong setiap desa yang berada di kawasan untuk selalu menjaga hutan agar tetap lestari.  Selain dengan menjaga hutan, pemerintah juga mengijinkan setiap desa untuk mengelola namun dengan  aturan yang berlaku.

    Dari Singaraja, obyek wisata Gatep Lawas berjarak lebih dari 10 kilometer. Memasuki Desa Ambengan, sepanjang mata memandang menuju Gatep Lawa yang hadir adalam panorama  alam dengan keindahannya.

    Salah satu pengelola Wisata Gatep Lawas, Ketut Nabi mengatakan, nama obyek Gatep Lawas sendiri di mbil dari nama pohon Gatep yang sejak jaman dulu sudah dijadikan penanda berkumpulnya para pengurus subak.  Sedangkan Lawas sendiri artinya jaman dulu. Dari Gatep Lawas para pendahulu sudah menjaga subak hingga sampai sekarang bisa berguna bagi para penduduk setempat.

    Objek wisata Gatep Lawas telah dibuka sejak 2019 dan dikelola dibawah naungan Bumdes desa Ambengan serta Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL).

    Untuk tiket masuk wisata ini Rp10 ribu untuk orang dewasa sedangkan anak-anak Rp5 Ribu. “Jika pengunjung ingin mencoba wahana tubing  nanti bayar lagi dua puluh ribu rupiah. Lengkap dengan baju, helm sepatu biar aman” katanya

    Di wahana tubing pengunjung bisa mengarungi aliran air subak dengan naik ban yang sudah di modifikasi untuk pemanfaatan pondasi selancar datas aliran air. Jalur wahana tubing memiliki panjang sekitar 625 meter yang dapat ditempuh sekitar 10-15 menit.

    “Selain itu ada  juga tempat selfi. Nanti kedepan kami akan menambahkan anjungan, rumah pohon, dan ayunan,” katanya

    Di masa pandemi COVID-19, Ketut Nabi mengakui ada penurunan pengunjung. Dimana sebelum pandemi pengunjung dalam sehari bisa mencapai 200 orang. Namun sekarang hanya kisaran 20 sampai 50 orang untuk hari libur, sedangkan hari-hari biasa hanya kisaran 10 orang.

    Sementara itu, salah satu pengunjung Sri Andriani mendapat informasi tempat wisata Gatep Lawas dari media sosial. Sri mengaku tempatnya lumayan jauh dari pusat kota Singaraja, namun sampai di lokasi wisata terbayarkan dengan pemandangan yang masih sangat asri dan hijau.

    “Datang ke sini sama keluarga, Ya lumayan jauh. Tapi sampai disini setimpal dengan suasana perjalanan yang sangat bagus. Tempatnya bagus,” singkat Sri. |ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles